Bahagianya Ani Khasanah Bisa Jadi Anang Sutomo

1842
Pesona Indonesia
Ani Khasanah yang kini bergantinama menjadi Anang Sutomo. Foto: radar kediri/jpgrup
Ani Khasanah yang kini bergantinama menjadi Anang Sutomo. Foto: radar kediri/jpgrup

batampos.co.id – Lahir sebagai penyandang hipospadia atau kelainan bentuk kelamin, membuat sedari kecil remaja ini diberi nama perempuan. Ani Khasanah, kini berusia 16 tahun.

Karena menyandang nama perempuan, sehari-hari Ani pun berdandan sebagaimana layaknya perempuan. Ke sekolah mengenakan rok.

Namun, batinnya berontak. Hasratya sesungguhnya bukan perempuan. Dia merasa seorang laki-laki.

Keinginan Ani menjadi laki-laki sejati pun terkabul. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, benar kalau sesungguhnya Ani ini seorang laki-laki.

Ani pun menjalani operasi rekonstruksi kelamin di RSUD dr Sutomo. Kini ia menjadi laki-laki seutuhnya.

Namanya pun berganti dari Ani Khasanah menjadi Anang Sutomo. Remaja 16 tahun asal Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, saat dijemput tim Jawa Pos Radar Kediri (grup batampos.co.id) di Surabaya, Jumat lalu (20/5/2016), Anang tampak sumringah.

Setelah resmi menjadi pria seutuhnya, Anang mengaku makin percaya diri. Apalagi, keluarga dan teman-temannya mendukung mempopulerkan nama barunya itu. Baik di sekolah maupun di rumahnya di Desa Selopanggung. ‘

“Iya. Namanya sudah bukan Ani lagi, tapi Anang,” tutur Wagiran, tetangga Anang.

Teman sekolah Anang yang juga teman curhatnya, Diyah Ayu Khusnul Khotimah dan Tiara Ika Rahmawati, mengaku gembira. Hanya, Tiara masih khawatir bakal keceplosan. Sebab, dia sudah terbiasa memanggil nama Ani.

”Mungkin bisa lancar kalau nanti dia (Anang, Red) tidak mengenakan pakaian perempuan saat ke sekolah,” ucapnya.

Selama masa peralihan nama, Anang memang tidak sabar untuk bertemu teman-temannya. Dia berharap semua orang memanggilnya Anang. Sang kakak, Lilik Alfiyah, 23, mengatakan bahwa keluarganya sudah tidak memiliki kendala untuk pemanggilan nama. Semua sudah terbiasa memanggilnya dengan nama Anang.

Sebab, na­ma tersebut telah lama diberikan sekolah untuk mengganti nama Ani. Seingat Lilik, nama Anang itu diberikan sejak 2015.

”Sutomonya saya tambahkan karena diperiksa dan dirawat di RSUD dr Soetomo,” ucap ibu satu anak tersebut.

Anang pun mulai membiasakan diri dengan kewajiban sebagai muslim. Penggemar nasi goreng itu itu menunaikan salat Jumat pertama. Tengah hari dia bersiap ke Masjid Assiritol Mustaqim yang tidak jauh dari rumahnya.

Mengenakan baju koko hitam, sarung biru, dan peci, Anang tampak gagah dengan penampilan barunya itu. Dia pun tidak canggung memasuki masjid.

”Ini yang pertama. Dari dulu saya pengin salat Jumat,” kata Anang.

Duduk di saf terdepan bersama Wabup Masykuri, Anang terlihat khusyuk saat mendengarkan khutbah Jumat. Sekitar pukul 12.15 salat Jumat dimulai.

Setelah salat, Masykuri memberi pesan sekaligus sosialisasi kepada jamaah bahwa Anang bukan Ani lagi anak perempuan seperti yang dikenal warga.

”Namanya sudah berubah menjadi Anang Sutomo. Sekarang laki-laki,” ujarnya.

Karena itu, dia meminta warga Selopanggung untuk menerima Anang dengan identitas barunya. Jangan sampai warga mengucilkannya karena perubahan tersebut.

”Kami mohon dibantu supaya psikologisnya tidak terganggu.” ucapnya.

Apalagi, lanjut Masykuri, proses perubahan identitas itu juga diperkuat dengan pemeriksaan medis. Karena itu, perubahan dari perempuan menjadi laki-laki harus benar-benar disyukuri. Jika suatu saat Anang mengerjakan pekerjaan laki-laki, warga harus terbiasa. Sebab, pada dasarnya Anang memang laki-laki.

Sebelum rekonstruksi kelamin remaja ini bernama Ani Khasanah (kiri), setelah rekonstruksi bernama Anang Sutomo. Foto/grafis: radar kediri/jpgrup
Sebelum rekonstruksi kelamin remaja ini bernama Ani Khasanah (kiri), setelah rekonstruksi bernama Anang Sutomo. Foto/grafis: radar kediri/jpgrup

Sementara itu, walaupun telah operasi kelamin dan menjadi laki-laki, proses legalitas pergantian identitas Ani Khasanah menjadi Anang Sutomo belum sah secara hukum. Karena itu, masih ada proses yang harus ditempuh siswa kelas VIII SMP ini di pengadilan.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri Dwi Nuramanu melalui Panmud Perdata Nur Astutik Susilowati mengakui, pergantian identitas ini baru kali pertama terjadi di PN Kabupaten Kediri. Ini jika nanti Anang mengurusnya.

“Pengurusannya mudah kok. Pemohon tinggal datang dan membawa berkas yang dibutuhkan,” terangnya.

Tahap pertama yang harus dilakukan untuk melegalkan identitas baru itu, menurut Nur, Anang harus menjalani sidang di pengadilan. Namun karena Anang yang masih di bawah umur, maka yang jadi pemohon nanti adalah orang tuanya.

“Syaratnya dengan membawa surat permohonan serta akta kelahiran dan KK (kartu keluarga) yang akan diubah identitas nama dan jenis kelaminnya,” paparnya.

Tak hanya itu. Sebab harus dilengkapi pula dengan surat dari dokter yang menyatakan bahwa Anang sudah menjadi laki-laki. Setelah itu, PN akan segera mengurusnya dan memberikan jadwal sidang perdata.

“Untuk estimasi waktu sidang sampai berapa hari perkara bisa diputuskan, kami belum bisa memastikannya,” ungkap Nur.

Pasalnya selain kelengkapan berkas, pemohon juga harus mendatangkan dua saksi. Jika hakim langsung yakin dengan keterangan saksi dan berkas lengkap, maka perkara bisa langsung diputuskan. Prosesnya cukup satu minggu.

“Minggu depannya, pengadilan sudah bisa memutuskan perkara ini,” katanya.

Namun jika hakim belum yakin, Nur mengatakan, akan didatangkan saksi ahli. Proses sidang pun terus dilanjutkan.

“Jika begini, berapa hari pengurusannya tidak bisa dipastikan,” urainya.

Setelah hakim memutuskan dan menyetujui pergantian identitas itu, Nur menuturkan, masih ada proses berikutnya. Sehingga nama dan jenis kelamin Anang dalam akta kelahiran dan KK-nya belum bisa langsung berganti.

Orang tua Anang harus mengurus ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Kediri. Surat putusan dari PN, KK serta akte kelahiran yang akan diganti identitas dan jenis kelaminnya harus dibawa.

“Nanti akan kami urus KK beserta akta menjadi satu paket,” ungkap Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Data Base Dispendukcapil Kabupaten Kediri Nodin Eko Prabowo.

Dalam proses penggantian data setelah pengajuan itu, Eko menerangkan, maksimal dua minggu KK dan akta bisa selesai.

Kabid Informasi Pengkajian dan Pengembangan Dispendukcapil Supakat menambahkan, untuk pergantian KK tinggal mengubah biodata saja. Namun untuk akta kelahiran, keluarga Anang harus mencabutnya terlebih dahulu. Sehingga perlu proses dua minggu dalam penanganannya.

“Setelah lengkap, KK dan akte baru nanti segera kami terbitkan,” jelas Supakat.

Terpisah, Wabup Masykuri mengatakan, pemkab siap membantu mengurus administrasi kependudukannya. Karena itu, keluarga Anang bisa segera mengurus pergantian data kependudukan di tingkat RT dan desa. “Kalau di bawah selesai, di dispendukcapil bisa sehari selesai,” tuturnya. (baz/riq/c5/ami/flo/jpnn)

Respon Anda?

komentar