Bahaya, sudah Dua Kali Dijebak Narkoba, Bupati Ini Ogah Ketiga Kali Deh

1778
Pesona Indonesia
SANTAI: Bupati BS, H Dirwan Mahmud SH tampak santai, saat memberikan keterangan pers di halaman rumah pribadinya, usai mengetahui hasil tes rambut dan darahnya. Foto ASRI/BE/JPG
SANTAI: Bupati BS, H Dirwan Mahmud SH tampak santai, saat memberikan keterangan pers di halaman rumah pribadinya, usai mengetahui hasil tes rambut dan darahnya. Foto ASRI/BE/JPG

batampos.co.id – Bupati Bengkulu Selatan (BS), H Dirwan Mahmud SH, baru saja selamat dari sebuah jebakan. Itu setelah BBN pusat mengumumkan hasil tes urine, rambut dan darahnya dinyatakan negatif narkoba.

Bupati Dirwan memang sempat diperiksa dan dites urine oleh BNN Provinsi Bengkulu menyusul penemuan ekstasi dan sabu saat penggeledahan di ruang kerjanya.

Menanggapi hal itu, Bupati Dirwan mengaku tidak terkejut dengan hasil tes tersebut. Ia yakin 1000 persen lebih, tidak menggunakan narkoba.

Menurutnya sabu dan pil ekstasi yang ditemukan di ruang kerjanya, merupakan ulah oknum yang ingin membunuh karakternya dan ingin dirinya berhenti menjabat Bupati BS.

“Memang saya tidak pernah bersentuhan dengan narkoba, jadi saya yakin rambut dan darah tidak mengandung narkoba. Orang jahat dan tidak senang saja tega memasukan narkoba ke ruang kerja saya, orang itu mau membunuh karakter saya dan menginginkan saya berhenti dari Bupati,” katanya di rumah pribadinya di Jalan Gerak Alam, Padang Pematang, Kota Manna, Bengkulu, seperti di Bengkulu Ekspress (Jawa Pos Group).

Dengan telah resminya diumumkan BNNP hasil tes rambut dan darah, membuktikan kepada masyarakat Indonesia, bahwa ia tidak terlibat narkoba. Sebab itu ia meminta BNNP segera mengungkap orang yang memasukan narkoba di ruang kerjanya.

“Saya minta BNNP segera ungkap siapa pelaku dan dalang dibalik ditemukannya narkoba di ruang kerja saja, saya siap membantu mengungkapnya,” tegas Dirwan.

Dikatakan Dirwan, sejak ditemukannya narkoba di ruang kerjanya itu, dirinya mencurigai dua orang tamu yang memasukan narkoba di ruang kerjanya. Satu orang warga biasa dan satu orang oknum PNS.

Sebab, kata Dirwan, Senin (9/5), sehari sebelum penggeledahan BNN, kedua orang ini menjadi tamunya di kantor Bupati. Bahkan keduanya rela menunggu hingga 3 jam di luar ruangan, dan setelah masuk ke ruangan bupati, orang ini duduk di ruang kerja bupati selama 30 menit bersama sekitar 8 hingga 9 tamu lainnya.

Kecurigaan Dirwan bertambah saat ia menanyakan keperluan kedua tamu itu menemui dirinya. Kedua orang ini menjawab ingin bertemu di rumah pribadinya malam hari untuk menyampaikan maksud kedatanganya itu. Hanya saja hingga tengah malam ditunggu di rumah, keduanya tidak muncul.

Ternyata keesokan harinya, Selasa (10/5), BNN menggeledah ruang kerjanya dan menemukan narkoba satu bungkus terselip di kursi ruang tamu tempat yang bersangkutan duduki serta di atas karpet dekat kulkas.

“Saya tidak mau menyebutkan orangnya, silakan BNNP mengungkap pelaku sebenarnya. Namun saya yakin narkoba itu bukan dilempar dari luar, tetapi sengaja dibawa masuk ke ruangan saya oleh pelaku,” imbuh Dirwan.(jpg)

Respon Anda?

komentar