Gunung Sinabung Batuk Renggut 5 Nyawa, 3 Kritis

1672
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Gunung Sinabung, Sumatera Utara, kembali batuk dan mengeluarkan awan superpanas hingga radius beberapa kilometer. Akibatnya, lima orang tewas, tiga lainnya kritis dengan kondisi tubuh melepuh.

Lima warga yang tewas itu semua warga Kabupaten Karo, karena memang letak gunung Sinabung di kabupaten tersebut.

Tak hanya menewaskan lima orang dan melukai tiga orang, awan sinabung juga menghanguskan ribuan hektare sayuran warga yang siap panen.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (21/5) pukul 16.48 WIB.

Lima orang tewas dan tiga kritis itu diduga tengah berkebun di ladang masing-masing saat Gunung Sinabung menyemburkan guguran awan panas.

“Korban telah dibawa ke rumah sakit. Lima meninggal dan tiga luka-luka. Korban luka dalam kondisi kritis,” tutur Sutopo.

Dia menambahkan, korban merupakan warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo.

Daerah tersebut seharusnya kosong karena merupakan zona merah. Desa itu berada di radius 4 km dari puncak kawah Gunung Sinabung.

Dengan demikian, seluruh warganya tidak boleh melakukan aktivitas pertanian di lahan masing-masing.

Untuk merespons kejadian itu, Kepala BNPB Willem Rampangilei langsung memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB ke Karo agar segera melakukan pendampingan.

Selain itu, Dandim Karo sebagai komandan tanggap darurat diminta untuk lebih memperketat penjagaan dan patroli sehingga zona merah benar-benar klir.

Aktivitas Gunung Sinabung hingga saat ini memang masih tinggi. Status awas pun belum diturunkan dari gunung setinggi 2.451 meter itu.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sejak Ahad pagi (22/5/2016) menyisir lokasi luncuran awan panas sejak Sabtu (21/5/2016).

Dari pantauan BPBD, guguran awan panas terus terjadi mulai pukul 14.28, 15.08, 16,39, hingga 16.48 WIB. Guguran mencapai 4,5 km hingga Sungai Lao Borus ke barat.

“Tinggi kolom abu vulkanis mencapai 3.000 meter. Potensi letusan masih tetap tinggi dan dapat terjadi kapan saja,” ungkapnya.

Karena itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 3 km dari puncak, 7 km untuk sektor selatan-tenggara, 6 km un­tuk sektor tenggara-timur, dan 4 km untuk sektor utara-timur laut.

Sementara itu, masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Sinabung diminta tetap waspada terhadap bahaya lahar. (mia/c11/sof/jpg) 

Respon Anda?

komentar