APBD-P Dibahas Usai RPJMD

368
Pesona Indonesia
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Alex Guspeneldi. foto:ist
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Alex Guspeneldi. foto:ist

batampos.co.id – Jajaran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri bekerja keras agar seluruh agenda kerja legislasi tahun 2016 bisa berlangsung sesuai yang diharapkan. Satu di antara kerja legislasi yang tak boleh ditunda-tunda pembahasannya adalah rancangan peraturan daerah mengenai anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) yang biasa di bahas di akhir semester pertama.

Hanya saja ada satu tahapan yang mesti terlebih dahulu dilewati sebelum pembahasan APBD-P. “Kami siapkan dulu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD, red) dulu. Visi-misi kepala daerah kan harus di-perda-kan jadi RPJMD,” terang Ketua Badan Pembentuk Ranperda (Bapemperda) Alex Guspeneldi, kemarin.

Memang sudah sedemikian aturan tahapannya. Dikarenakan dalam penyusunan APBD-P adalah upaya melaksanakan visi-misi kepala daerah terpilih selama lima tahun kedepan. Dan untuk itu, kata Alex, mesti ada acuan yang bakal tertuang dalam RPJMD. “Kan menjalankan RPJMD itu pakai duit. Nah anggarannya itu nanti ya dari APBD-P,” jelasnya.

Akankah pengesahan APBD-P tahun ini bakal molor atau meleset dari jadwal yang ditentukan sebagaimana tahun 2015 kemarin? Alex menjawabnya diplomatis. Menurutnya semua itu bergantung pada suasana politik nanti. Kendati begitu, Bapemperda DPRD Kepri tetap mengupayakannya sesuai jadwal. “Targetnya sebelum Agustus. Itu yang akan kami coba,” sebutnya.

Adapun pada tahun 2016 ini, Alex menjelaskan ada 15 ranperda yang akan dibahas sepanjang tahun. Sebanyak 14 ranperda merupakan pengajuan dari Pemerintah Provinsi Kepri dan satu ranperda yang dikeluarkan DPRD Kepri yakni berkenaan dengan pembentukan produk hukum daerah Provinsi Kepri. “Kelima belas ranperda ini memang idealnya dibagi tiga kali masa sidang,” pungkasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar