HIPMI PT Kepri Utus 25 Peserta Ikuti Jambore HIPMI PT se-ASEAN

752
Pesona Indonesia
Ketua Umum HIPMI Kepri, Erwin Aswito
Ketua Umum HIPMI Kepri, Erwin Aswito

batampos.co.id – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Perguruan Tinggi (PT) Provinsi Kepri mengutus 25 peserta guna mengikuti Jambore HIPMI PT se-ASEAN yang bakal dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), hari ini Senin (23/5) di Universitas Telkom.

Jambore HIPMI PT se-ASEAN yang akan berlangsung mulai 22-26 Mei tersebut menghadirkan sejumlah pemateri, di antaranya Menteri BUMN Rini Soemarno, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Ketua DPR Ade Komaruddin, Wakil Ketua MPR Osman Sapta, dan lainnya.

”Jambore ini bertujuan membangun calon-calon entrepreneur. Selain itu, anggota HIPMI PT Provinsi Kepri yang ikut pada kegiatan jambore itu akan membawa produk hasil usaha para anggota HIPMI,” ujar Sekretaris HIPMI PT Provinsi Kepri, Ivena Andra Jeanyka didampingi Wakil Ketua Dewan Kehormatan HIPMI Kepri, Achyar Nasution, Sabtu (21/5).

Ditambahkan Ivena, peserta HIPMI PT Provinsi Kepri berasal dari sejumlah kampus perguruan tinggi, yakni STIE Ibnu Sina, STT Ibnu Sina, STAI Ibnu Sina, Universitas Putera Batam, Polteknik Negeri Batam, UMRAH Tanjungpinang, dan lainnya.

Jambore HIPMI PT se-ASEAN, kata Ivena, merupakan forum komunikasi dan sarana konsolidasi potensi pengusaha pemula Indonesia di berbagai perguruan tinggi se-ASEAN.

Di samping itu, jambore dimaksudkan untuk menyatukan visi dan gerakan pengusaha pemula Indonesia dalam memahami serta mengantisipasi peluang dan tantangan persaingan pasar bebas di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

”Jambore juga untuk mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia di berbagai perguruan tinggi se-ASEAN sebagai entrepreneur muda yang nasional, berkarakter, profesional, unggul, dan berdaya saing.

Kegiatan jambore ini juga sekaligus membumikan konsep revolusi mental sebagai suatu gagasan dan gerakan dalam membentuk kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing untuk dapat berkompetisi dalam percaturan peraingan pasar global kawasan ASEAN,” kata Ivena.

Ketua Umum HIPMI Kepri, Erwin Aswito mengatakan potret kewirausahaan Indonesia memperlihatkan bahwa secara kuantitatif, Indonesia masih krisis ketersediaan para entrepreneur muda profesional. Dari total populasi saat ini, jumlah entrepreneur tidak lebih dari 1,5 persen.

Angka ini tergolong sangat rendah dan jauh di bawah negara ASEAN seperti Singapura yang memiliki indeks 7 persen, Malaysia 5 persen, dan Thailand 4,5 persen.

Kondisi ini diprediksi semakin memburuk karena berdasarkan hasil survei HIPMI bahwa sekitar 83 persen dari kurang lebih 5 juta mahasiswa di Indonesia cenderung tidak menjadi entrepreneur namun lebih kepada menjadi pencari kerja.

HIPMI, kata dia menyadari dan bahkan telah mengantisipasi kehadiran pasar bebas ASEAN yang mensyaratkan adanya daya saing melalui strategi pembentukan HIPMI Perguruan Tinggi sejak tahun 2009.

Ekspansi struktural HIPMI ke perguruan tinggi ini sesungguhnya merupakan visi besar organisasi dalam mempersiapkan sumber daya manusia khususnya mahasiswa dan generasi muda guna menghadapi persaingan global.

Dengan basis pengetahuan dan keilmuan yang diproduksi melalui perguruan tinggi, eksistensi HIPMI PT diharapkan dapat melahirkan entrepreneur muda yang profesional, unggul dan berkarakter.

”Kegiatan jambore ini dimaksudkan untuk membangun calon entrepreneur muda yang memiliki nasionalisme tinggi sebagai bagian tanggung jawab bela negara,” kata Erwin. (rpg)

Respon Anda?

komentar