Hujan Badai, Enam Unit Tongkang Hanyut ke Pantai Marina

973
Pesona Indonesia
foto: rezza / batampos
foto: rezza / batampos

batampos.co.id – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Batam Sabtu (22/5) hingga Minggu (23/5) dini hari nyaris membawa petaka bagi kawasan terminal Ferry Internasional Marina dan kelong-kelong di sekitarnya.

Enam unit tongkang yang sedang menjalani reparasi di salah satu industri galangan kapal di Tanjunguncang hanyut ke arah kawasan pelabuhan dan wisata Marina sebelumnya kandas berjejer di muara sungai belakangan gedung Balai Kesehatan, Marina.

Informasi yang didapat, tongkang-tongkang itu hanyut sekitar pukul 02.00 WIB dini hari kemarin saat wilayah sekitarnya diterpa hujan dan angin kencang.

Warga dan petugas keamanan di sekitar kawasan Marina mulanya melihat ada empat unit tongkang yang hanyut, namun pagi kemarin saat warga melihat ke lokasi kandasnya tongkang-tongkang itu ada enam unit tongkang. Tongkang-tongkang yang kandas itu berjejer rapat satu sama lainnya di muara sungai belakang gedung Balai Kesehatan, Marina. Kondisi tongkang saling bertebrakan satu sama lainnya.

Tongkang-tongkang tersebut empat diantaranya bertuliskan Armoured dan dua lainnya bertuliskan Intan di bagian lambung.

Informasi yang disampaikan petugas keamanan terminal Ferry Marina, hanyutnya tongkang-tongkang raksasa itu nyaris merobohkan bangunan terminal Ferry dan empat unit kapal Ferry yang bersandar di lokasi pelabuhan.

“Nggak tidur yang piket semalam. Habis tongkang-tongkang itu hanyut tak terkendali. Untung angin arah ke muara itu, kalau ke sini (terminal ferry) habislah pelabuhan dan kapal-kapal (Ferry) yang lagi sandar ini,” ujar Satpam kawasan terminal Ferry Marina, Lambon Osben.

Tidak saja bangunan dermaga terminal Ferry yang terancam, kelong-kelong restaurant di sekitar kawasan wisata itupun nyaris mendapat ancaman serupa.

“Dekat kali hanyutnya, kami kebingungan semalam mau buat apa. Untung saja tongkang-tongkang itu hanyutnya berjejer ke arah muarah sungai. Sepertinya saling terikat satu sama lain tongkang-tongkang itu. Ada empat yang saya lihat malam tadi, tapi setelah lihat di lokasi Muara pagi tadi rupanya ada enam unit,” ujar Rudi, petugas yang berjaga di salah satu kelong samping terminal Ferry Marina.

Warga sekitar mengaku tak mengetahui betul kenapa tongkang-tongkang tersebut bisa hanyut sebab warga baru menyadari saat tongkang-tongkang tersebut sudah dekat dengan terminal dan kelong-kelong sekitarnya.

“Mungkin putus tali jangkarnya sebab angin semalam sangat kencang,” ujar Rudi lagi.

Akibat kejadian itu tidak ada kerugian yang diperoleh warga sekitar sebab tongkang-tongkang yang hanyut itu tidak menyenggol ataupun menabrak bangunan yang ada di sekitarnya. Sepertinya tongkang-tongkang yang hanyut itu saling terikat satu sama lain sehingga tak berpencar saat hanyut. “Sempat berpencar maka habislah bangunan-bangunan di sekitar sini,” ujar Rudi.

Informasi lain yang diterima di lapangan, tongkang-tongkang yang hanyut itu diinformasikan milik PT Cemara Intan Shipyard (CIS) Tanjunguncang. Tongkang-tongkang tersebut sedang menjalani perbaikan di lokasi galangan kapal itu. Empat tongkang bertuliskan Armoured diinformasikan tongkang asal Singapura. “Empat itu tongkang dari Singapura yang sedang perbaik di PT CIS dua lainya nggak tahu saya,” kata Edo salah satu pekerja galangan kapal di lokasi kandasnya enam unit Tongkang itu.

Pagi sampai siang kemarin, pihak perusahaan terus berupaya untuk kembali menarik tongkang-tongkang yang hanyut tersebut. Jarak dari lokasi tongkang kandas ke lokasi PT CIS sekitar 500 meter dan sampai pukul 14.00 WIB siang kemarin sudah dua tongkang yang berhasil ditarik dengan tugboat.

Sementara itu pihak PT CIS yang diinformasikan sebagai perusahaan yang memperbaiki tongkang-tongkang itu belum bisa memberikan keterangan pasti. Pihak perusahaan saat dikonfirmasi tidak bersedia memberikan komentar.

Usman R Lubis petugas keamanan perusahaan PT CIS di gerbang perusahaan hanya membenarkan memang tongkang-tongkang yang hanyut akibat diterpa angin itu sedang lego jangangkar di PT CIS untuk perbaikan.

“Manajemennya lagi tak ada. Makanya tak bisa kami beri komentar. Kalau itu (tongkang-tongkang yang hanyut) iya di sini (repair),” kata Usman.(eja)

Respon Anda?

komentar