Indahnya Mandeh, Kawasan Wisata Baru di Pesisir Selatan Sumatera Barat

1395
Pesona Indonesia
Peserta Forum Pemred RPG III Se-Sumatera  foto bareng Bupati Pesisir Selatan (tengah) dengan latarbelakang Kawasan Wisata Terpadu Mandeh, Sabtu (14/5/2016). Foto: rpg
Peserta Forum Pemred RPG III Se-Sumatera foto bareng Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni (tengah) dengan latarbelakang Kawasan Wisata Terpadu Mandeh, Sabtu (14/5/2016). Foto: rpg

Sektor wisata di Sumbar beberapa tahun terakhir terus menggeliar. Sejumlah objek baru dikembangkan. Salah satunya kawasan wisata bahari terpadu Mandeh di Pesisir Selatan Sumbar. Sebanyak 43 pemimpin redaksi dari Forum Pemred Riau Pos Group (RPG) se-Sumatera berkesempatan mengunjungi tempat tersebut, akhir pekan, 14 Mei 2016 lalu.

 Ganda Cipta, Pessel

MATAHARI hampir berada di atas kepala, saat puluhan pemred dari Forum Pemred RPG tiba di dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Carocok Tarusan, Pesisir Selatan, Sabtu (14/5/2016).

Lima kapal mesin tempel telah siap membawa para pemred mengarungi perairan dan menyusuri sejumlah pulau di kawasan Mandeh.

Woow, woow, woow. Indah nian,” seru Pemred Tanjungpinang Pos, Sigit Rahmat berdecak kagum memandangi gugusan pulau dengan air lautnya yang tenang. “Mandeh Wonderful,” timpal Pemred Babel Pos, Bardian.

Sekitar setengah jam perjalanan, rombongan yang dipandu Kabag Humas Setkab Pessel Sabrul Bayang dan Camat Koto XI Tarusan Hadi Susilo, sampai di desa wisata Kapo-Kapo di Kenagarian Sungai Nyalo Mudiak Aia, Kecamatan Koto XI Tarusan.

Lokasinya cukup bersih dan cocok untuk wisata keluarga. Selain camping, rumah-rumah penduduk bisa dijadikan homestay.

Di puncak bukit, wisatawan bisa menikmati pemandangan gugusan pulau yang indah. Di Kapo-Kapo juga bisa snorkeling dan memancing.

Jika ingin makan dan minum, di pulau ini sudah berdiri sebuah kedai milik penduduk setempat. Pengunjung tak perlu khawatir harganya mahal karena dari daftar tarif yang terpampang di kedai itu, relatif terjangkau. Misalnya, nasi goreng harganya hanya Rp 10 ribu.

Air terjun di salah satu kawasan wista Mandeh yang menarik wisatawan. Foto: muhammad nur/batampos.co.id
Air terjun di salah satu kawasan wista Mandeh yang menarik wisatawan. Foto: muhammad nur/batampos.co.id

Puas rekreasi dan makan siang bersama di Kapo-Kapo, rombongan pun berlayar ke Pulau Sironjong Ketek yang memakan waktu sekitar 15 menit. Beberapa anggota Forum Pemred RPG yang sebelumnya hanya melihat para pengunjung cliff jumping lewat youtube, saat itu merasakan langsung sensasi terjun bebas ke laut dari puncak tebing setinggi 20 meter.

Pelayaran dengan kapal mesin tempel yang sebagian memiliki fasilitas full music bertenaga surya itu, dilanjutkan ke Pulau Setan. Ini area wisata massal. Tersedia wahana olahraga air seperti banana boat, jetski dan snorkeling.

Sebelum kembali ke dermaga TPI Carocok Tarusan, rombongan singgah 30 menit ke air terjun di Sungai Gemuruh. Lokasinya benar-benar eksotis. Wisatawan harus menyusuri  hutan mangrove sekitar 15 menit. Airnya jernih. Kerumunan ikan terlihat jelas dari atas kapal.

“Perjalanan tadi, adalah salah satu paket tour boat yang biasanya ditawarkan masyarakat ke pengunjung. Satu kapal bermuatan sekitar 15 orang, biasanya cukup dengan membayar Rp 650 ribu. Itu hanya untuk tour boat-nya saja,” ungkap Hadi Susilo.

Kawasan Mandeh mencakup areal seluas 34.270 hektare. Terdiri atas daratan seluas 15.620 hektare dan perairan laut seluas 18.650 hektare. Dengan panjang garis pantai sekitar 79,24 kilometer, kawasan ini sejatinya terletak di Pesisir Selatan dan Padang.

Kawasan Mandeh di Pesisir Selatan memililiki sekitar 10 pulau. Seperti Pulau Nyamuk, Marak, Cubadak, Sironjong Ketek, Sironjong Gadang, Taraju, Pagang, Bintagor, Setan Kecil dan Setan Gadang. Sedangkan di Padang ada empat pulau, yakni Sirandah, Pasumpahan, Sikuai, dan Ular.

Setiap spot di kawasan Mandeh ini punya keistimewaan sendiri. Paling tidak ada sembilan tema kepariwisataan yang telah dan akan digarap di kawasan ini. Pertama, Mandeh boat tour.

Kedua, view point Mandeh, seperti Puncak Panorama, Puncak Kelok Nona dan Puncak Paku, Puncak Mandeh, Batu Kajang, dan Batu Kuciang. View point menawarkan pemandangan indah gugusan pulau dan hutan di sekitar kawasan Mandeh.

View point terletak di Jalan Mandeh-Padang. Jalan sepanjang 42 km tengah dalam pengerjaan dan diperlebar hingga 12 meter.

“Dari sekitar 42 km itu, 9 km belum bebas. Dan itu berada di Padang. Selebihnya sudah bebas. Jalan tersebut dibangun pemerintah, mudah-mudahan 2017 atau 2018 sudah rampung. Ini akan memudahkan akses jalan dari Padang ke Mandeh,” ujar Bupati Pessel, Hendrajoni, di hadapan para pemred se-Sumatera di Puncak Panorama, sebelum rombongan menelusuri pulau-pulau di kawasan Mandeh.

Ketiga, area wisata. Beberapa pulau di Mandeh bakal dijadikan area wisata massal, seperti Pulau Setan. Di sana, dilengkapi sejumlah wahana, seperti banana boat dan jetski.

Keempat, wisata bawah air. Ikonnya adalah situs kapal Belanda yang tenggelam setelah dibom tentara Jepang, yakni MV Boelongan Nederland.

Kelima, wisata diving atau snorkeling menikmati keindahan terumbu karang. Selanjutnya, dibangun resort khusus di Bukik Ameh. Bukit tersebut tepat berada di seberang Puncak Panorama. Ini akan dijadikan kawasan khusus padat modal.

“Jadi, pemerintah meminta Pemkab Pesisir Selatan menyediakan lahan seluas 400 hektare untuk dikembangkan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata. Sejauh ini masyarakat juga sudah setuju, Bukik Ameh kita alokasikan untuk itu. Jadi, kami kini tinggal menunggu action pemerintah pusat,” terang Hendrajoni sambil menunjuk ke arah perbukitan nun jauh di seberang Puncak Panorama.

Di kawasan wisata bahari terpadu Mandeh, hanya Bukik Ameh yang akan dijadikan KEK atau padat modal. Selebihnya, pengembangan wisata dikelola lewat pemberdayaan masyarakat.

Mandeh juga punya tema wisata minat khusus, seperti hiking (petualangan air terjun) di Sungai Pinang, Sungai Nyalo, dan Mandeh; climbing di Pulau Sironjong dan Bukit Batu Garuda; wisata berburu di Kapo-Kapo dan lokasi kemping di dataran Sungai Pinang Lama.

“Banyak hal yang bisa dikembangkan di sini. Kami juga sudah merencanakan untuk membuat wisata kereta gantung. Nantinya, bakal di-setting dari Mandeh-Pulau Cubadak-Bukik Ameh,” tambah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pessel Zefnihan.

Selain itu, ada juga tema wisata pedesaan, konservasi penyu di Pulau Marak dan penghijauan kawasan Mandeh. Untuk penghijauan, salah satunya berlokasi di sebelah kanan Puncak Panorama. Di sana berpotensi untuk tracking, kemah, dan lain-lainnya.

Sejak mulai dibuka menjadi kawasan wisata dua tahun lalu, perkembangan wisata di Mandeh cukup baik. Ini dapat dilihat dari jumlah perahu yang semakin banyak melayani paket-paket tour boat.

Awalnya hanya ada delapan perahu, kini sudah lebih dari 100 perahu. Terhitung Januari hingga Maret 2016, tercatat ada sekitar 1.000 wisatawan lokal, nusantara, dan mancanegara berkunjung ke “Raja Ampatnya” Pulau Sumatera ini.

Meski sudah mulai dikenal dan didatangi banyak wisatawan, Pemkab Pessel sadar, banyak hal yang harus dibenahi untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai potensi andalan dari sektor pariwisata.

“Kami sangat menyadari itu. Sebab itulah, kami membuka diri kepada pihak mana pun untuk bersinergi dan berinvestasi membangun pariwisata di daerah ini,” tutur Hendrajoni.

Sementara itu, puluhan pemred dari Jawa Pos Group regional Sumatera yang berkunjung ini, memuji keelokan alam Mandeh. Tidak hanya andalan wisata Pessel atau Sumbar, tapi andalan wisata Indonesia.

Untuk mewujudkan hal tersebut, banyak hal yang mesti segera dibenahi, mulai dari infrastruktur jalan dan toilet, keamanan, kebersihan kuliner, hingga promosi.

Khusus promosi dan informasi tentang Mandeh, para pemred mengusulkan pemerintah setempat membuat website khusus tentang Mandeh.

“Dengan begitu, memudahkan calon wisatawan mengetahui segala sesuatu secara detail tentang Mandeh. Mulai dari objek-objek yang ada, ivennya, hingga biaya yang harus dikeluarkan,” usul Pemred Pekanbaru MX, Hendri Agustira.

Khusus untuk paket tour boat, Pemred Palembang Pos, Doni Romadona mengusulkan agar disiapkan brosur seputar paket-paket tur Mandeh.

“Lewat brosur, para wisatawan merasa terpandu. Tidak buta seperti sekarang. Terpenting dari semua itu, masyarakat dan pemerintah setempat diminta bisa menjaga sapta pesona,” tambah Pemred  batamniaga.co, Yuliana Dewi. ***

Respon Anda?

komentar