Jenazah Pria yang Ditembak Polisi Sudah Diambil Keluarganya

1036
Pesona Indonesia
Tersangka dimandikan di ruang jenazah RSOB foto: dalil harahap / batampos
Tersangka dimandikan di ruang jenazah RSOB
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Jenazah Syawaluddin (30), pria yang oleh polisi disebut sebagai bandar narkoba jenis sabu yang ditembak mati saat duel dengan Bripka RB saat akan ditangkap di kawasan Desa Setokok, Kecamatan Galang, Sabtu (21/5/2016), sudah diambil keluarganya.

“Sehari setelah Syawaluddin tewas ditembak polisi, keluarganya langsung mengambil jenazahnya, tepatnya pada hari Minggu setelah proses administrasinya selesai,” ujar Wakapolresta Barelang AKBP Hengki, Senin (23/5/2016).
Jenazah Syawaluddin langsung dimakamkan oleh pihak keluarga setelah di lakukan pengambilan.
Syawaluddin tewas di tangan polisi setelah terlibat duel dengan salah satu anggota kepolisian berinisial Bripka RB pada Sabtu (21/5/2016) sekitar pukul 02.30 WIB.
Kata polisi, Syawaluddin yang awalnya ditangkap di daerah kos-kosan Aviari mencoba melakukan perlawanan di Desa Setokok saat mengambil barang bukti yang ditanamnya di sebuah lahan kosong.
Polisi sempat melakukan tembakan peringatan terhadap Syawaluddin agar tidak melakukan perlawanan, namun ia tidak mengindahkan. Syawaluddin kata Polisi melakukan perlawanan dengan pisau yang ditanamnya bersama barang bukti.
Atas perlawanan yang dilakukan Syawaluddin, Bripka RB mengalami luka sayatan di lengan kirinya.
Polisi menyebut Syawaluddin bandar terbesar di Kota Batam. Bahkan pihak kepolisian telah menjadikan Syawaluddin target operasi sejak lama, namun polisi belum menunjukkan barang bukti narkoba yang bisa menjadi dasar kalau Syawaluddin benar bandar besar. (eggi)

Respon Anda?

komentar