Kemenhub Setujui KM Bukit Raya Layari Tembelan 28 Mei

842
Pesona Indonesia
KM Bukit Raya saat berlabuh di Selat Lampa. foto:dok
KM Bukit Raya saat berlabuh di Selat Lampa. foto:dok

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Muramis mengatakan menyiasati rusaknya KM Sabuk Nusantra, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah menyetujui penambahan rute pelayaran KM. Bukit Raya. Apabila tidak ada halangan, mulai 28 Mei 2016 mendatang, kapal tersebut akan mulai melayari Kepaulauan Tembelan, Bintan.

“Mudah-mudahan, pada 28 Mei 2016 mendatang, PT.Pelni, secara resmi telah membuka rute ke Tambelan ini, melalui jadwal keberangkatan dari Pelabuhan Kijang. Kebijakan ini dibuat untuk menyiasati terputusanya jalur transportasi ke Tembelan, karena rusaknya KM Sabuk Nusantara,” ujar Muramis menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Daerah Tanjungpinang, Sabtu (21/5) malam disela-sela menghadiri pembukaan MTQ Provinsi Kepri ke VI.

Dijelaskannya, Persetujuan Dirjen Perhubungan Laut untuk penambahan rute pelayaran KM.Bukit Raya itu, diproses Direktur Lalu Lintas Laut, Adolf Tambunan, dan diteruskan ke Dirjen Perhubungan Laut dan Kementerian Perhubungan untuk diteruskan ke PT.Pelni.

Masih kata Muramis, selain penambahan rute pelayaran Kapal Pelni ke Tambelan, Dirjen Perhubungan laut juga mengatakan, pelaksanaan tender dan kontrak pemenang perusahaan pihak ketiga yang memperbaikai sejumlah Kapal Printis Kementerian Perhubungan yang saat ini sedang naik docking itu, juga sudah selesai dilaksankan.

“Kita berharap proses perbaikan KM Sabuk Nusantara 30 dan 39 cepat selesai. Sehingga bisa cepat beroperasi kembali,” harap Muramis.

Mantan Kadishub Kota Batam tersebut juga mengatakan, saat ini kontraktor pemenang tender perbaikan kapal printis yang rusak juga sudah ditandatangani, dan 30 Mei 2016 perbaikan pada KM. Sabuk Nusantara 30 dan 39 serta sejumlah kapal printis lainnya akan mulai dilaksanakan. Mengenai pengaturan rute, Muramis menyatakan sepenuhnya diserahkan pada PT Pelni untuk mengaturnya, demikian juga dengan besaran tiket.

“Untuk besaran tiket dan jalur rutenya, apakah dari Kijang terlebih dahulu langsung ke Tambelan, nanti PT Pelni yang akan mengaturnya,” sebut Muramis.

Muramis juga mejelaskan, meskipun Pelni diberikan tanggungjawab untuk menjalankan KM Sabuk Nusantara, tetapi tidak punya wewenangan untuk memperbaiki kerusakan dan sebagainya. Karena penganggarannya masih ditangan Kemenhub. Berkaca dari persoalan ini, kedepan akan dikelola penuh oleh Pelni.

“Artinya semuanya menjadi tanggungjawab Pelni. Ketika terjadi kerusakan, mereka harus mencarikan kapal pengganti. Sehingga jalur transportas di daerah terdepan di Kepri tetap aman terkendali,” ungkap Muramis.

Ditambahkannya, jadwal dan rute KM Bukit Raya yang sandar di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang hanya satu kali dalam 15 hari. Sedangkan lama waktu tempuh dari Kijang ke Tambelan memakan waktu hingga 3 hari. Selain itu juga harus tetap melayari daerah-daerah yang selama ini dilintasinya.

“Memang ini belum maksimal, makanya kita berharap tambahan dua kapal nanti, bisa meningkatkan perbaikan transportasi laut di Kepri,” tutup Muramis.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar