Korban Kebakaran Ditempatkan di Rumah Singgah dan Disewakan Rumah

533
Pesona Indonesia
Rumah warga yang tinggal puing-puing akibat terbakar pekan lalu. foto:syahid/batampos
Rumah warga yang tinggal puing-puing akibat terbakar pekan lalu. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Belasan keluarga yang menjadi korban kebakaran di jalan Tanjung Lambai Desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas sudah dievakuasi dengan baik. Sebagian warga menumpang sementara di rumah sanak famili. Namun sebagian warga lainnya yang belum dapat tumpangan tempat tinggal, mereka ditempatkan di Hotel Sidhi Tanjung selama satu malam. Setidaknya ada 5 keluarga yang ditempatkan sementara di Hotel Sidhi Tanjung. Tepatnya di lantai dua hotel itu.

Salah satu korban kebakaran Azid, mengatakan, akibat kebakaran ia kini tidak memiliki apapun. Diakuinya rumah itu rumah sewa karena belum memiliki rumah sendiri. Namun saat ini dirinya semakin terpuruk karena sudah tidak memiliki harta benda. Semuanya habis terbakar. Bahkan ijazah SMP milik anaknya Anwaruddin juga ikut terbakar.

“Semuanya terbakar, akte kelahiran termasuk ijazah SMP anak saya terbakar, untung ijazah SMA-nya belum keluar karena sekarang baru kelas 1 SMA,” ungkapnya.

Ia mengaku sangat berterima kasih dengan pemerintah daerah yang telah memberikan bermacam bantuan kepada keluarganya. Sehingga istri dan empat anaknya masih dapat tinggal sementara di kamar hotel.

Diakuinya hingga saat ini bantuan dari pemerintah dan masyarakat masih dapat dikatakan cukup. “Untuk sementara waktu kita tetap di sini sebelum pemerintah daerah memindahkan kami, kami mau pindah sendiri juga tak bisa, karena tidak ada uang untuk membayar kost,” ungkapnya.

Sementara itu Lukman, korban lainnya mengatakan, dmengaku miris dengan keadaannya sekarang, karena untuk saat ini membangun rumah itu tidak gampang. Untuk membangun rumah memerlukan uang yang tidak sedikit. Apalagi saat ini kondisi sudah berubah, saat ini sulit untuk mencari uang. “Kalau tidak ada bantuan, kita pasti kesulitan untuk bangun rumah,” ungkapnya.

Meski demikian dirinya terlihat tabah dan menerima cobaan ini. Baginya yang terpenting adalah bisa selamat dari bencana kebakaran ini. “Yang penting kita selamat,” ungkapnya.

Diketahui saat ini kelima keluarga yang awalnya tinggal di kamar hotel, kini sudah dipindahkan. Mereka disewakan rumah yang ada di desa Sri Tanjung. Dua keluarga ditempatkan di rumah singga dinas Sosial lama yang ada di Jalan Tanjung Lambar desa Sri Tanjung. Satu keluarga ditempatkan di rumah Kepala KUA Tarempa Adam Nur yang tidak jauh dari rumah ringgah dan dua keluarga lainnya ditempatkan disalah satu rumah kos yang tidak jauh pula dengan rumah singgah. Semuanya yang menanggung biaya sewa adalah pemda. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar