Masyarakat Lingga Butuh SPBU

470
Pesona Indonesia
Kios BBM di Dabo, Singkep.. foto:wijaya satria/batampos
Kios BBM di Dabo, Singkep.. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Masyarakat Kabupaten Lingga hingga saat ini belum menikmati bahan bakar minyak (BBM) dengan kualitas baik untuk kendaraan mereka. Pasalnya belum ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi di Kabupaten Lingga. Selain kualitas BBM yang mengkhawatirkan, takaran BBM yang dijual kios pengecer BBM juga belum memenuhi standar yang berlaku.

Di Dabo Singkep misalnya, hanya ada kios- kios kecil yang menjajahkan BBM dengan wadah botol dan jerigen. Kondisi ini tentunya berpengaruh dengan kualitas BBM yang dibeli masyarakat. Tak jarang kendaraan warga mogok setelah mengisi BBM karena tercampur air atau zat lainnya.

“Motor saya ngadat setelah mengisi minyak, ternyata dibawa kebengkel karena minyak tercampur air,” kata Eri kepada Batam Pos (group batampos.co.id), Minggu (22/5) pagi.

Sedangkan untuk harga BBM di Kabupaten Lingga sedikit lebih tinggi dari daerah lainnya. Sejumlah kios pengecer premium membanderol satu botol ukuran 1500 ml atau satu liter setengah dengan harga RP 13 ribu, padahal harga BBM premium yang ditetapkan pemerintah saat ini perliternya hanya Rp 6.550. Tingginya harga BBM di Kabupaten Lingga karena biaya transpor pengangkutan BBM ke Kabupaten Lingga.

Menurut tokoh pemuda Dabo Singkep, Roni Kurniawan, masyarakat Tanah Bunda Melayu ini semestinya telah menikmati BBM yang sama dengan masyarakat yang menetap di kabupaten dan kota lainnya. Harga, takaran, dan kualitas BBM yang baik semestinya hak setiap masyarakat.

“Sejatinya Kabupaten Lingga sedikit terlambat untuk pendirian SPBU, seharusnya sudah sejak lama,” ujar Roni pria yang sering dikenal dengan sebutan Iwan Munir ketika ditemui di Dabo Singkep, Minggu (22/5) pagi.

Dia juga mendorong Pemkab Lingga agar secepatnya mewujudkan impian masyarakat untuk mendapatkan BBM berstandar Pertamina yakni dengan berdirinya SPBU yang dinilai pria berbadan tegap ini sangat dibutuhkan masyarakat. Terlebih Iwan memandang perkembangan transportasi di Kabupaten Lingga sangat pesat.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya. Iyan sangat berharap kepada Pemkab Lingga untuk segera mengambil langkah mewujudkan keinginan masyarkat yang membutuhkan SPBU di Kabupaten Lingga. Tentunya hal ini berujung pada kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan BBM dengan kualitas baik dan harga setandart sesuai ketentuan pemerintah.

“Jika ada SPBU tentu lebih bagus karena masyarakat dapat BBM dengan takaran yang pas dan kualitas baik pula,” kata Iyan.

Sementara itu ditempat terpisah, Staf Khusus Bidang Hukum dan Pemerintahan Rudi Purwonugraho memastikan Pemkab Lingga mendukung penuh langkah pendirian SPBU di Kabupaten Lingga. Menurut mantan anggota dewan ini, Bupati Lingga punya komitmen untuk mewujudkan pembangunan tersebut.

Bahkan Rudi menyatakan telah ada sejumlah investor yang masuk ke meja Bupati untuk mengajukan pendirian SPBU ini,” Bapak Bupati sangat mendukung hal ini karena memang dibutuhkan masyarakat,” ujar Rudi.

Rudi berpendapat keberadaan SPBU bagi masyarakat kepulauan seperti Kabupaten Lingga ini sangat dibutuhkan untuk menunjang aktifitas dan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan BBM yang murah dan berkualitas baik pula.(wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar