Mesir Kerahkan Kapal Selam Cari Jenazah Kotak Hitam EgyptAir

450
Pesona Indonesia
Kapal Selam. Foto: istimewa
Kapal Selam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pencarian bangkai pesawat EgyptAir terus dikembangkan. Minggu (22/5) pemerintah Mesir menerjunkan kapal selam untuk menjelajah dasar Laut Mediterania.

Presiden Mesir Abdel Fatah al-Sisi mengungkapkan pencarian itu bakal membutuhkan waktu cukup lama.

Pemerintah Mesir masih mendalami kemungkinan penyebab jatuhnya pesawat Airbus 320 yang menewaskan 66 orang tersebut.

”Peralatan pencarian telah bergerak hari ini dari kementerian perminyakan. Mereka memiliki kapal selam yang mampu mencapai kedalaman tiga ribu meter di bawah air,” ujar Sisi di hadapan para menteri dan anggota parlemen pada pembukaan pabrik pupuk di Kota Damietta.

Itu adalah komentar pertama Sisi atas kecelakaan pesawat EgyptAir pada Kamis (19/5/2016). Kapal selam itu akan difokuskan mencari kotak hitam.

Dengan begitu, misteri jatuhnya EgyptAir tersebut bisa terungkap. Kedalaman Laut Mediterania memang berkisar tiga ribu meter.

Di atas laut, perahu patroli milik Prancis ikut membantu membawa peralatan mencari  kotak  hitam. Perahu itu menyisir Laut Mediterania di area pulau-pulau kecil milik Yunani dan juga pantai Mesir. Alat yang dibawa Prancis tersebut tidak memiliki daya jangkau cukup dalam.

Para pakar menyebutkan bahwa jika pesawat tenggelam lebih dari dua ribu meter di bawah laut, alat itu tidak berguna.

Sejauh ini belum ada yang tahu penyebab pasti jatuhnya pesawat nahas tersebut. Menteri Penerbangan Mesir sempat mengucapkan kemungkinan pesawat jatuh karena terorisme jauh lebih besar jika dibandingkan dengan kesalahan teknis.

Namun, sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat dengan rute Paris menuju Kairo itu.

Sabtu lalu (21/5/2016) juru bicara Islamic State (IS) atau ISIS Abu Muhammad al-Adnani merilis pesan audio. Adnani yang juga menjabat kepala unit serangan eksternal di ISIS hanya mencela serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap ISIS. Tidak ada satu pun kata terkait jatuhnya EgyptAir. Padahal, jika memang ISIS yang menyerang, tidak perlu menunggu waktu lama bagi militan itu untuk sesumbar.

”Sampai saat ini semua skenario (jatuhnya pesawat) masih mungkin. Jadi, tolong jangan mengatakan ada skenario yang spesifik,” tegas Sisi.

Selain kotak hitam, tim pencari akan berfokus mencari jenazah korban. Chairman EgyptAir Holding Company Safwat Moslem menegaskan bahwa keluarga korban menginginkan jenazah para penumpang ditemukan agar bisa dilakukan pemakaman layak.

”Pencarian (jenazah korban) inilah yang menjadi fokus kami,” terangnya. (AFP/Reuters/The New York Times/sha/c6/kim)

Respon Anda?

komentar