Nasib 14 Bakal Cawagub Kepri Tergantung SBY

1521
Pesona Indonesia
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan saat diskusi di ruang redaksi koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Minggu (22/5/2016) sore. Foto: muhammad nur/batampos.co.id
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan saat diskusi di ruang redaksi koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Minggu (22/5/2016) sore. Foto: muhammad nur/batampos.co.id

batampos.co.id -Penjaringan bakal calon Wakil Gubernur Kepri oleh Partai Demokrat telah berakhir Sabtu (21/5/2016) lalu. Sebanyak 14 tokoh mendaftar, namun hanya dua diantaranya yang akan diusulkan Partai Demokrat untuk dipilih dalam Paripurna DPRD Kepri.

“Siapa dari 14 orang itu yang akan dipilih? Tergantung dari Majelis Tinggi Partai Demokrat yang diketuai Ketua Umum Pak SBY,” ujar Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan saat berkunjung ke redaksi koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Minggu sore (22/5/2016).

Oleh sebab itu, kata Hinca, profil ke-14 kandidat yang mendaftar itu sangat dibutuhkan oleh DPP Demokrat untuk menentukan siapa yang layak menemani Nurdin Basirun 5 tahun ke depan memimpin Kepri.

Hinca pun mengaku sudah meminta panitia dan ketua DPD 1 Partai Demokrat Kepri untuk mengirimkan data lengkap sekaligus profil masing-masing kandidat yang akan menjadi bahan pertimbangan Majelis Tinggi PD untuk memilihnya.

“Jadi tak sekadar disodorkan 14 nama itu. Harus lengkap profilnya. Kalau belum lengkap juga, kami akan panggil ke-14 bacalon ini. Bisa juga kami turun menggunakan cara kami sendiri untuk mengumpulkan informasi siapa yang paling layak,” ujar Hinca.

Saat ditanya apakah memprioritaskan kader PD ketimbangkan non kader? Hinca menegaskan, mengingat almarhum Sani diusung oleh Demokrat plus beberapa partai lainnya, maka sejatinya sudah selesai pertarungan. Artinya, kata Hinca, porsi Cawagub yang ditinggalkan Nurdin karena menggantikan Sani yang wafat, sudah seharusnya milik PD.

Kendati demikian, mengingat pengusung Sani-Nurdin saat pilkada serentak 5 Desember 2015 silam bukan hanya Demokrat, maka Hinca menegaskan akan tetap mempertimbangkan bakal calon di luar Partai Demokrat.

“Kami tentu harus memperhatikan dinamika politik dan kebutuhan Kepri. Pemimpin yang seperti apa yang dibutuhkan Kepri ini,” kata Hinca.

Mantan jurnalis ini menilai, Kepri bukan sekadar soal siapa cagubnya, tapi Kepri menjadi perhatian serius bagi Demokrat karena perhatian dunia saat ini ada di Laut Cina Selatan yang mana Kepri (Natuna) tak telepas dari konflik yang terjadi di sana.

“Saya katakan, kalau ada perang dunia ketiga, maka tempatnya di Laut Cina Selatan. Nah, Kepri yang berbatasan langsung dengan itu, tak bisa lepas dari itu, makanya butuh perhatian serius, butuh pemimpin yang memiliki kepekaan terhadap persoalan tersebut,” tegas Hinca.

Maka dari itu, kata Hinca, kader atau bukan kader Demokrat di posisi Cawagub nantinya, harus memiliki kepasitas tersebut. Namun ia melihat, sejauh ini banyak kader-kader Demokrat yang mumpuni.

“Kalau ada parpol mengajukan calon independen itu tidak masuk logika. Untuk apa buat partai, kecuali kalau memang tidak ada yang layak atau ada yang lebih baik. Makanya kita juga melihat dinamika politik yang berkembang di Kepri,” katanya.

Andaipun di luar kader, kata Hinca, maka Demokrat akan mengikatnya menjadi bagian dari kader Partai. “Itu harus dong,” katanya.

Hinca menjanjikan akan melakukan komunikasi politik dengan partai yang ikut mengusung Sani-Nurdin sebelumnya, juga partai di luar itu karena mekanisme penentuan dua nama yang diusulkan ada di DPRD Kepri. DPRD Kepri yang akan menentukan siapa yang akan dipilih dari duna nama yang akan diusulkan Demokrat.

“Dengan teman-teman DPP PDIP pun kami komunikasi. Namun komunikasi dengan semua parpol di luar Demokrat, termasuk dengan fraksi-fraksi, komisi-komisi di DPRD Kepri akan diintensifkan setelah Pak Nurdin dilantik jadi gubernur definitif,” tegas Hinca.

Seperti diberitakan sebelumnya, 14 tokoh yang mendaftar Bakal Calon Wakil Gubernur Kepri di Partai Demokrat, yakni:

  1. Surya Sardi (mantan anggota DPRD Batam),
  2. Surya Makmur Nasution (anggota DPRD Kepri),
  3. Mayor Jenderal (purn) Mochammad Nasir (anggota Komisi Pengawas PD),
  4. Hotman Hutapea (anggota DPRD Kepri),
  5. Husnizar Hood (anggota DPRD Kepri),
  6. Ahmad Dahlan (mantan Wali Kota Batam),
  7. Agus Wibowo (wakil ketua DPRD Bintan),
  8. Isdianto (Kepala Dispenda Provinsi Kepri/adik alm HM Sani),
  9. Huzrin Hood (tokoh Kepri),
  10. Imalko (mantan Bupati Natuna),
  11. Riny Fitrianti (putri alm HM Sani),
  12. Fauzi Bahar (mantan Wali Kota Padang),
  13. Mustofa Widjaja (mantan Kepala BP Batam),
  14. Suyatni (kader Partai Demokrat)

Tak hanya itu, kata Hinca, Demokrat juga akan mengundang Gubernur Kepri Nurdin Basirun untuk berdialog. Agenda utama, bertanya soal calon wagub pilihannya dan sosok seperti apa yang ia butuhkan. Namun, tetap, bukan Nurdin yang akan menentukan kandidat calon itu.

“Kan etikanya harus bertanya. Dua nama itu akan tetap kami sampaikan meski tanpa persetujuannya,” katanya.

Hinca berjanji, proses pemilihan ini akan berlangsung cepat. Asalkan, proses administratif juga berlangsung cepat.

“Seharusnya ini berlangsung mulus. Karena istilahnya, hanya mengesahkan saja dari partai pengusung,” ujarnya lagi. (nur)

Respon Anda?

komentar