Pengusaha Kepri Amat Tantoso Ajak Warga Bantu Biaya Operasi Kembar Siam Rahma-Rahmi

1616
Pesona Indonesia
Pengusaha Kepri, Datok Amat Tantosso dan Tim Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam bersama Rahma dan Rahmi. Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
Pengusaha Kepri, Datok Amat Tantosso dan Tim Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam bersama Rahma dan Rahmi. Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Bayi kembar siam pasangan Junaidi Bakri Ratu Loli dan Warmin Bahrudin sampai saat ini terus mendapatkan perawatan intensfif di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB). Kondisinya tengah distabilkan hingga layak operasi.

“Untuk bisa dilakukan operasi berat dari masing-masing bayi harus 5 kilogram, namun sampai saat ini berat masing-masing kedua bayi tersebut baru 3 kilogram. Untuk itu kami fokus menaikkan berat badan kedua bayi tersebut hingga layak operasi,” kata Ketua Tim Operasi Pemisahan Kembar Siam Kepri, dr. Indrayanti, SpA, Mars.

Indrayanti mengatakan, diperkirakan pertengahan Juli akan tercapai berat badan yang ideal pada bayi kembar siam tersebut sehingga bisa dilakukan operasi. “Namun jika ada masalah yang sangat urgent operasi bisa saja dilakukan segera,” katanya.

Indrayantyi menjelaskan, ada kelainan jantung pada salah satu bayi. Denyut jantung bayi bernama lengkap Rahma Fairuz Maknuniyyah itu lemah. Sementara jantung saudara kembarnya, Rahmi Fahira Nahlannisa, terpantau normal.

“Kondisi bayi sampai saat ini cukup baik, namun ada satu bayi yang mengalami kelainan jantung, detak jantungnya sangat lemah. Kami butuh doa dan dukungannya dari masyakarat agar kondisi bayi ini segera stabil dan bisa segera dioperasi,” ujarnya.

Saat ini, Tim Dokter Kembar Siam telah dibuat. Isinya, tim dokter dari Batam dan Surabaya. Tim dokter dari Batam diketuai Dokter Spesialis Anak RSAB dr Indrayanti. Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau Tjetjep Yudiana bertanggung-jawab atas tim ini.

“Ada 20 orang dokter yang dilibatkan untuk operasi pemisahan ini. Kami masih terus berkoordinasi satu sama lain,” ungkapnya.

Sementara itu pengusaha Kepri, Datok Amat Tantoso menyatakan, butuh partisipasi segala pihak untuk membantu terwujudnya operasi yang pertama kalinya ini di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Batam. Ini bukan soal kemanusiaan biasa. Ada rasa nasionalisme yang harusnya terbangun dari operasi ini.

“Saya sebagai pengusaha di Kepri ikut terpanggil untuk melibatkan diri. Kita harus tunjukkan kalau Batam bisa. Makanya, saya merasa perlu datang ke sini memberi dukungan,” ujar Datok Amat.

Memang, biaya operasi dan rumah sakit gratis. Tapi biaya di luar biaya operasi akan sangat besar jumlahnya, “Tadi setelah saya tanya ke dokter setidaknya butuh dana Rp 1,1 miliar untuk kebutuhan obat sampai kedua bayi tersebut benar-benar pulih,” katanya.

Apalagi kata Amat, Orangtua Rahma-Rahmi bukan termasuk orang berada. Kondisi ekonomi mereka bisa dibilang belum stabil. Warmin Bahrudin, sang ibu, seorang buruh pabrik garmen dengan gaji UMK. Sementara Junaidi Bakri Ratu Loli, sang ayah, buruh bangunan yang baru bekerja ketika proyek memanggil. Saat ini, tidak ada proyek yang mempekerjakannya. Pemenuhan biaya kehidupan murni bergantung pada gaji Warmin.

“Untuk itu meminta dukungan banyak pihak. Terutama, para pengusaha di Kepri agar terpanggil memberikan bantuan,” kata Datok Amat.

Bagi yang ingin memberikan sumbangan dapat dikirim ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) nomor rekening 0331-01-006402-53-8 atas nama Kembar Siam Kepulauan Riau. (rezza herdiyanto)

Baca juga:

Bayi Kembar Siam Lengket Lahir di Batam, Butuh Bantuan Biaya Operasi Pemisahan

Bayi Kembar Dempet Perut Ini Harus Dioperasi, Mereka Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

Mei, Operasi Kembar Siam Rahma – Rahmi Dilakukan di Batam Dibantu Dokter Surabaya

Operasi Pemisahan Rahma dan Rahmi Menunggu Berat Ideal

Operasi Pemisahan Rahma-Rahmi Dipimpin Dokter dari RSUD Dr Soetomo

Rahma-Rahmi Butuh Biaya Besar, Yuk Bantu!

Fasilitas Mendukung, RSAB Siap Gelar Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam

Respon Anda?

komentar