Perayaan Waisak Yayasan Buddhayana Tanjungpinang Dihadiri Kolega dari Singapura

1659
Pesona Indonesia
Seorang Biksu Budha mengikuti Puja Bakti Waisak di CK Hotel Tanjungpinang, Minggu (23/5). F.Yusnadi/Batam Pos
Seorang Biksu Budha mengikuti Puja Bakti Waisak di CK Hotel Tanjungpinang, Minggu (23/5). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Menuju kehidupan yang lebih baik jadi idaman setiap manusia. Diperlukan damai dan harmoni untuk menyikapi segala tingkatan lini kehidupan. Perayaan Tri Waisak menjadi titik-tolak mengajak seluruh umat Buddha agar lebih memahami empat kondisi alamiah.

“Ada kelahiran, penuaan, sakit, dan kematian. Spirit ini yang menjadi landasan bagi latihan rohani untuk mentransformasi mental dengan damai dan harmoni,” kata Sunarto, Sekretaris Yayasan Buddhayana Tanjungpinang.

Minggu (22/5) kemarin, di Hotel CK Tanjungpinang, Yayasan Buddhayana mengelar Puja Bakti Waisak Bersama dan Prosesi Lilin (Chuan Deng) 2560 BE. Penuh khidmat prosesi perayaan itu berlangsung. Tak kurang, ada 500 pemeluk agama Buddha yang berkumpul dan merapal puja dan doa untuk kehidupan yang lebih baik. Bahkan, beberapa kolega dari Singapura, kata Sunarto, menyempatkan diri untuk turut bergabung dan berdoa bersama.

“Sebagian besar memang berasal dari Tanjungpinang. Tapi, tidak sedikit juga yang dari Batam dan teman-teman dari daerah lain,” ungkapnya, ditemui usai perayaan Waisak yang berlangsung lebih kurang selama tiga jam.

Perayaan hari besar keagamaan tidak hanya milik satu umat saja. Setidaknya begitu yang ingin dibagikan Yayasan Buddhayana Tanjungpinang. Minggu (5/6) mendatang, juga bakal digelar bakti sosial berupa kegiatan pengobatan gratis di pelataran Pinang City Walk. Acara ini bakal memberikan kesempatan secara luas bagi masyarakat Tanjungpinang yang ingin memeriksan kondisi kesehatan mereka.

Siapa pun boleh datang, begitu Sunarto menegaskan. “Dari jam sembilan pagi, pengobatan sudah dibuka. Terbuka untuk umum. Siapa pun boleh ikut hadir. Ada dokter dan beberapa tenaga medis yang kami siagakan di sana,” ungkapnya.

“Inilah harmoni. Sebuah transformasi mental yang penuh kedamaian di hati dan kehidupan sehari-hari,” pungkas Sunarto. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar