PLTD Pancur Rusak, Sudah Sebulan Warga Hidup Tanpa Listrik

959
Pesona Indonesia
Kondisi PLTD Pancur, Lingga. foto: hasbih/batampos
Kondisi PLTD Pancur, Lingga. foto: hasbih/batampos

batampos.co.id – Sebanyak 1.150 pelanggan listrik di Pancur, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, hidup tanpa listrik.

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN Pancur, rusak, sehingga aktivitas di pulau wisata itu menjadi terkendala.

Baca Juga: Warga Mepar dan Pancur Tagih Janji Listrik 24 Jam

Informasi yang dihimpun, tiga unit mesin di PLN Pancur rusak sehingga listrik tak mengalir sejak sebulan terakhir.

“Sampai hari ini masyarakat Pancur dan sekitar hidup tanpa listrik. Gelap,” ujar Yusri Mandala, salah satu pemuda Pancur, Senin (23/5/2016) siang.

Sebagai sebuah kecamatan baru dan menjadi pusat ekonomi, Pancur dikatakan pria yang akrab disapa Baba itu, sangat membutuhkan listrik. Baik kebutuhan rumah tangga, pasar maupun pabrik-pabrik es untuk nelayan.

Saat mesin normal, kecamatan Lingga Utara ini, kata Baba, hanya dilayani listrik selama 12 jam. Mulai dari pukul 05.00 WIB sore hingga 06.00 WIB pagi.

“Apalagi akan masuk bulan puasa. Kita minta segera di perbaikilah,” pinta Baba lagi.

Kepala PLN Pancur Kecamatan Lingga Utara, Jufri membenarkan kerusakan tiga unit mesin di PLN Pancur. Hal inilah yang membuat PLN tidak mampu meberikan layanan kepada para konsumen.

“Sekarang PLN Pancur mati total, kapan kembali normal kita tidak dapat memastikan, yang jelas sekarang dalam perbaikan,” terang Jufri, baru-baru ini.

Tiga unit mesin tersebut, memiliki beban bervariasi. Ada mesin dengan beban 360 KW, 200 KW, dan satu unit lagi hanya 100 KW.

“Kita tidak tahu kapan mesin 360 KW dan 200 KW akan kembali normal. Saat ini masih diperbaiki di Tanjungpinang. Untuk yang 100 KW, kita memperbaikinya sendiri. Mudah-mudahan, dalam beberapa hari kedepan, mesin 100 KW dapat di manfaatkan untuk penerangan, meskipun bergiliran,” kata Jufri.

Jufri sendiri belum berani memastikan dan menjanjikan kepada masyarakat kapan perbaikan akan selesai. Mesin yang dikirim ke Tanjungpinang, sampai saat ini juga belum selesai diperbaiki.

Sementara itu, pelanggan PLN terus mendesak perbaikan mesin untuk mendapat penerangan listrik. Saat ini, sedikitnya 1.150 pelanggan terus menunggu perbaikan dengan beban pemakaian tertinggi berada di 400 KW.

“Kalau bicara kapan normal, saya tidak bisa menjawab. Kita harap masyarakat khususnya pelanggan dapat bersabar dan memakluminya. Kita bekerja maksimal untuk yang terbaik. Sebelumnya kita juga sudah rapat di kecamatan, terkait adanya kerusakan pada mesin PLN dan melakukan pemadaman sampai mesin kembali normal,” ungkapnya. (mhb)

Respon Anda?

komentar