Pria Berusia 102 Tahun Tewas Tenggelam

469
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: fajar/jpg
Ilustrasi. Foto: fajar/jpg

batampos.co.id – Warga Kampung Seienam Laut dikejutkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin pria di Sungai Tili, Kelurahan Seienam, Kecamatan Bintan Timur, Minggu (22/5) sekitar pukul 9.00 WIB. Mayat pria berusia 102 tahun ini pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan setempat saat beraktifitas mencari ikan di sungai tersebut.

“Saat campak jaring, saya lihat ada benda terapung. Kemudian saya beranikan diri untuk mendekatinya. Ketika itu juga saya kaget benda itu ternyata mayat, sehingga saya laporkan kejadian ini kepada Pak RW dan Pak RT,” ujar Johan, nelayan yang pertama kali menemukan mayat tersebut.

Setelah memberitahukan kejadian ini kepada Ketua RW 001, Maulana, dan Ketua RT 06, Atan, ketiganya langsung ke lokasi penemuan mayat untuk memastikan kebenarannya. Melihat kenyataan dihadapannya ada sosok mayat dalam kondisi terlungkup dan terapung di sungai, Ketua RW langsung menghubungi pihak kepolisian.

Beberapa menit polisi datang ke TKP. Dibantu warga setempat mayat tersebut dievakuasi ke darat. Usai dievakuasi, jasad mayat itu dilarikan dengan menumpangi mobil jenazah Kecamatan Bintan Timur ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintan di Kijang.

“Ternyata mayat itu adalah warga Kampung Seienam Dapur Arang. Umurnya sudah tua, sekitar 102 tahun. Mungkin terpeleset ke laut, karena tak ada yang tahu jadi tewas,” katanya.

Kasatreskrim Polres Bintan, AKP Arya Setya Brahmana membenarkan adanya kejadian penemuan mayat di Sungai Tili. Mayat pria paruh baya itu bernama Marinus Marung, asal Flores yang sudah lama menetap di Kampung Seienam Dapur Arang, RT 02/RW 02.

“Pihak keluarga korban tak mau jasad Marinus di otopsi. Jadi kita minta tim medis lakukan visum saja. Hasilnya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau murni akibat musibah,” sebutnya.

Sementara Tim Medis RSUD Bintan, Dr Nurma mengakui korban murni meninggal akibat musibah yang dialaminya atau tenggelam. Karena dari visum yang dilakukan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan baik dari benda tumpul, tajam maupun lainnya.

“Korban tewas karena sudah lama tenggelam di sungai dan banyak menelan dan mengirup air. Sehingga terjadi penumpukan cairan di paru-paru (oedem paru),” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar