Suporter PS TNI Bentrok dengan Ultrasmania, Ini Kata Mantan Panglima TNI

1753
Pesona Indonesia
Jenderal TNI (purn) Moeldoko, mantan Panglima TNI. Foto: tempo.co
Jenderal TNI (purn) Moeldoko, mantan Panglima TNI. Foto: tempo.co

batampos.co.id – Bentrokan antara suporter PS TNI terhadap Ultrasmania (sebutan suporter Persegres Gresik United) dalam laga Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 di Stadion Petrokimia Gresik, Minggu (22/5/2016), benar-benar kembali mencoreng dunia sepakbola Indonesia.

Insiden itu membuat Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko angkat bicara. Menurut Moeldoko, kerusuhan itu seharusnya tak terjadi.

“Saya dapat beberapa mention dan tweet, soal tindak kekerasan yang dilakukan oknum anggota. Saya tegaskan tindakan kekerasan tidak dibenarkan,” tegas Moeldoko pada akun Twitter-nya, @GeneralMoeldoko.

Moeldoko juga menegaskan fungsi utama TNI. Pernyataan itu sekaligus menjawab pertanyaan dari followers atau pengikutnya di Twitter.

“Keras terhadap musuh negara, itu yang benar,” jawab Moeldoko atas salah satu pertanyaan salah satu followersnya.

“Selain itu Fungsi kami tentara, fungsi pertahanan negara,” tegas Panglima TNI yang posisinya digantikan Gatot Nurmantyo itu.

Tawuran suporter Persegres dan PS TNI bermula dari hal sepele. Ultrasmania -julukan suporter Persegres, hendak memasang spanduk dukungan di tepi lapangan sisi selatan,

Lokasi itu dekat dengan tribun tempat suporter PS TNI. Tiba-tiba ada lemparan batu dari arah suporter TNI, sehingga suporter Persegres tidak terima dan masuk ke lapangan.

Akibatnya, suporter PS TNI beraksi langsung turun ke lapangan dan saling pukul antara dua suporter. Kejadian ini jelas mencoreng nama PS TNI serta tak luput, sepak bola Indonesia yang baru mulai pulih. (feb/JPG)

Respon Anda?

komentar