Warga Mepar dan Pancur Tagih Janji Listrik 24 Jam

985
Pesona Indonesia
Salah satu sudut Pulau Lingga. Foto: cakkarudie/istimewa
Salah satu sudut Pulau Lingga. Foto: cakkarudie/istimewa

batampos.co.id – Janji manis pemerintah pusat merealisasikan keinginan warga Mepar, Kecamatan Lingga, Pancur, Duara, Senanggai, dan Lingga Utara, menyediakan listrik 24 jam menggunakan dana APBN 2016, hingga kini belum juga terealisasi.

Warga pun mulai khawatir semua itu tinggal janji. Sebab, sudah masuk pertengahan tahun 2016 keinginan bertahun-tahun warga tersebut belum juga ada kabar beritanya.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lingga, M Ishak, belum lama ini mengatakan, pada 2016 desa wisata Mepar, Kecamatan Lingga, Pancur, Duara, Senanggai, dan kampung-kampung di sekitar kecamatan Lingga Utara akan segera menikmati listrik 24 jam.

Tanggung jawab tersebut, akan dibiayai seutuhnya oleh pemerintah pusat melalui APBN 2016.

Bahkan, rencana tersebut tertuang dalam kegiatan Musrenbang tahun 2016 dan telah diusulkan ke pemerintah pusat.

Secara resmi, Pj Bupati Lingga, saat itu, Edi Irawan pada Oktober 2015 lalu juga telah menyurati Dirut PLN Pusat.

“Sebelumnya juga telah berkoordinasi dengan anggota DPR RI Komisi VI, Bapak Nyat Kadir. Beliau siap menindaklanjuti usulan ini kepada Dirut PLN, Menteri BUMN, dan Kementerian Pertambangan dan Energi,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Sayangnya, hingga penghujung bulan Mei 2016, fasilitas listrik yang dijanjikan tak kunjung terwujud.

“Sampai saat ini kita belum ada kabar,” tambah M Ishak.

Kepala PLN Sub Rayon Daik Lingga, Jauhari N, melalui salah seorang pegawainya juga mengaku belum ada instruksi terkait penambahan jaringan ke Lingga Utara maupun Mepar.

“Kita belum tau pulak. Itu dari atas langsung, belum ada informasi,” ungkapnya.

Sementara itu, pulau Mepar yang hanya berjarak 1 Kilometer dari pelabuhan Tanjung Buton, Pulau Lingga hingga kini masih menggunakan mesin desa.

Geografis terpisah oleh laut menjadi kendala penyediaan listrik bagi 300 Kepala Keluarga (KK) di desa wisata yang menjadi pusat dan benteng pertahanan utama Dato Kaya Montel, penguasa laut Lingga yang bersejarah tersebut.

Setiap hari, listrik desa hanya melayani 6 jam. Mulai pukul 06.00 WIB sore hingga pukul 12.00 WIB malam.

Sementara di Kecamatan Lingga Utara, PLN yang ada hanya berkapasitas 550 KW sejak sebulan terakhir rusak. Akibatnya, sebulan penuh warga tidak menerima aliran listrik dan menyulitkan aktifitas pasar maupun ekonomi masyarakat.

Warga Lingga berharap, pemerintah daerah dan komisi VI DPR RI segera merealisasikan listrik 24 jam yang juga menjadi cita-cita Gubernur Kepri HM Sani semasa hidupnya. Sani ingin memberikan pelayanan fasilitas listrik untuk seluruh wilayah pesisir Kepulauan Riau. (mhb)

Respon Anda?

komentar