Asrama Putri Terbakar, 18 Siswi Tewas Terpanggang

520
Pesona Indonesia
Petugas pemadam kebakaran Thailand mengevakuasi korban tewas dan selamat dari kebakaran sebuah asrama putri di Thailand, Minggu malam (22/5/2016). Foto: EPA/www.independent.co.uk
Petugas pemadam kebakaran Thailand mengevakuasi korban tewas dan selamat dari kebakaran sebuah asrama putri di Thailand, Minggu malam (22/5/2016). Foto: EPA/www.independent.co.uk

batampos.co.id – Kebakaran hebat melanda gedung asrama putri di Sekolah Dasar Kristiani Pithakkiart Witthaya, Distrik Wiang Pa Pao, Chiang Rai, Thailand, Minggu tengah malam (22/5/2016) lalu.

Di dalam asrama, ada 38 siswi yang saat kebakaran tengah terlelap tidur. Dari jumlah tersebut, hanya 20 siswi dapat diselamatkan tim pemadam kebakaran Thailand. Selebihnya, 18 siswi tewas terpanggang di dalam asrama.

Dari 20 orang korban selamat, lima di antaranya menderita luka-luka. “Kondisi dua di antaranya kritis,’’ ujar petugas kepolisian Chiang Rai Kolonel Prayad Singsin, Senin (23/5/2016).

Belum diketahui penyebab kebakaran itu. Namun, api mulai terlihat sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Api melalap dengan cepat karena mayoritas gedung asrama dua lantai tersebut terbuat dari kayu.

Siswi yang dapat diselamatkan adalah mereka yang saat kejadian belum terlelap. Tim pemadam yang memanjat tembok berhasil mengevakuasi mereka.

“Saya terbangun dan melihat banyak asap. Kondisinya gelap. Api telah melahap lantai bawah. Jadi, saya membangunkan teman-teman saya,’’ kata salah seorang siswi yang selamat.

Asrama itu dihuni anak-anak perempuan yang berusia 6–13 tahun. Mereka yang tetap tinggal di asrama tersebut pada Minggu adalah anak-anak dari wilayah pedalaman. Tempat tinggal mereka terlalu jauh jika harus pergi pulang ke sekolah setiap hari.

Sekolah Pithakkiart Witthaya telah beroperasi selama lima tahun dan memiliki 142 siswa, mulai TK hingga SD kelas VI. Khusus untuk anak suku pedalaman, biaya sekolah mereka gratis. (afp/reuters/cnn/sha/adk/jpnn)

Respon Anda?

komentar