Atasi Banjir, Pemko Akan Tata Drainase se-Kota Batam

914
Pesona Indonesia
Sebanyak 300 rumah terendam banjir akibat saluran air yang tidak berfungsi di Perumahan Kartini Raya 1, 2, dan Pondok Pratiwi, Sungai Harapan, Sekupang, Minggu (22/5) lalu. Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
Sebanyak 300 rumah terendam banjir akibat saluran air yang tidak berfungsi di Perumahan Kartini Raya 1, 2, dan Pondok Pratiwi, Sungai Harapan, Sekupang, Minggu (22/5) lalu. Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam sepertinya mulai terbiasa dengan banjir yang kerap datang setiap kali hujan deras. Mirisnya, banjir itu bisa mencapai pingang orang dewasa. Penyebab banjir masih sama, yakni buruknya drainase dan tak adanya drainase induk untuk menampung air hujan.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, tahun 2017 nanti pihaknya berencana memperbaiki seluruh drainase se-Kota Batam. Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi pencegahan banjir yang kerap dirasakan sejumlah masyarakat.

“Mulai 2017, Kita akan buat drainase se-Kota Batam. Yang awalnya zigzag, nantinya kita bikin lurus,” kata Rudi kepada wartawan di Kantor Pemko Batam, kemarin (23/5).

Rudi mengakui, saat ini kondisi drainase di Kota Batam sangatlah tidak beraturan. Hal itu diakibatkan, drainase yang dibuat menyesuaikan dengan kepemilikan lahan, tanpa memperhatikan dampak kedepan.

“Saya akui Batam belum memiliki drainase induk. Kondisi drainase saja masih tak rapi karena dibuat sesuai dengan pemilik lahan. Karena itu tahun 2017 kita bikin rapi semua,’ tegas Rudi.

Dikatakan Rudi, ia sudah mengintruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk membuat Detail Engineering Design (DED) pembangunan drainase induk di Kota Batam. Sehingga seluruh drainase yang ada akan bermuara ke drainase induk untuk mengalirkan air ke laut.

“Tahun ini mudah-mudahan sudah selesai. Dan kita lanjut dengan penataan drainase se-Kota Batam,” imbuh Rudi.

Meski sudah punya wacana untuk mengatasi banjir, ia tak menampik jika pembangunan drainase terkendala lahan. Karena seluruh tanah sudah dikuasai pihak lain. Namun, ia meminta pemilik lahan ikut bertenggang rasa demi kesejahteraan bersama.

“Perencanaan kami siapkan. Lahan siapa yang terkena seperti dalam gambar, baru didudukkan Karena benda ini (lahan-red) sudah habis terjual. Makanya kumpulkan para pemilik,” sebut Rudi.

Ditempat yang sama, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengakui bila banjir sudah menjadi permasalahan di Kota Batam. Hal itu terlihat dari jumlah titik banjir yang bertambah menjadi 16 kawasan. Lima kawasan diantaranya merupakan rawan banjir yang selalu menghantui warga. Seperti di Sungai Harapan, Marina, Sungai Pelungut, Buliang dan Duriangkang.

“Ketinggian banjir di lima lokasi itu mencapai sekitar satu meter, sehingga harus segera ditangani. Di Buliang sampai sebetis, itu sudah susut. Kata Lurah, sebelumnya sampai pinggang,” terang Amsakar.

Karena itu ia berharap adanya dukungan pemerintah pusat untuk mengucurkan anggaran penanganan banjir di Batam. Mengingat Anggaran daerah tak cukup untuk menanggung pembangunan drainase ini.

“Sudah beberapa kali bertemu Satker (Satuan Kerja/ Kuasa Pengguna Anggaran), kita butuh suport dari pusat. Bantu persoalan drainase, kalau hanya mengandalkan APBD tidak cukup,” pungkas Amsakar. (she)

Baca juga:

Drainase Induk Tak Ada, Batam Rawan Banjir

Respon Anda?

komentar