Bu Menteri Susi! Warga Tangkap Kapal Pukat karena Tak Ada Tindakan dari Aparat

544
Pesona Indonesia
ilutrasi kapal pukat.
ilutrasi kapal pukat.

batampos.co.id – Warga Desa Pena’ah yang gusar dengan aktifitas kapal pukat,beramai-ramai tangkap dua unit kapal pukat, Senin (23/5) siang. Oleh warga, kapal yang diduga berkapasitas diatas 10 GT ini digiring dari laut Pena’ah dan di bawa ke pesisir desa untuk diamankan.

Informasi yang berhasil diterima Batam Pos, aktifitas kapal pukat telah lama meresahkan masyarakat. Sejak beberapa pekan terakhir, maraknya aktifitas pukat dan kapal lampu yang menjarah perairan Pena’ah membuat warga dengan keterbatasan alat tangkap tidak memperoleh hasil. Sedikitnya terdapat 13 buah kapal pukat dan kapal lampu.

“Warga sudah marah. Untung tidak anarkis. Jadi kapal pukat yang siang berlabuh di laut lepas di jemput warga dan dibawa ke desa. Termasuk ABK-nya,” ungkap Diaz, salah seorang warga.

Diketahui, sejumlah ABK yang berasal dari pulau Jawa ini menurut warga menggunakan kapal milik salah seorang toke asal Karimun, Kepri. “Informasi dari ABK-nya begitu. Sekarang dibawa ke balai desa dan mediasi dengan warga dan Kades,” ungkapnya.

Sementara itu, Abang Marwan, Kades Pena’ah mengakatan maraknya aktifitas ilegal ini juga telah ia laporkan kepada TNI AL yang bertugas di Kecamatan Senayang. “Sudah kita laporkan, tapi belum ada yang turun. Warga sudah geram dengan aktifitas ini, jadi pagi warga beramai-ramai jemput kapal pukat itu dari laut,” tambahnya.

Sampai saat ini, terang Marwan, sejumlah ABK diamankan pihak desa. Begitu juga dengan 2 unit kapal pukat. Warga berharap, penegak hukum segera turun sebelum amarah warga memuncak. Dikhawatirkan, jika dibiarkan warga yang telah disulut emosi karena aktifitas ilegal ini akan membakar kapal pukat tersebut sebagai peringatan agar kapal-kapal dari luar tidak seenaknya melakukan aktifitas ilegal di perairan mereka. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar