Cuaca Buruk, Masyarakat Diminta Waspada

860
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Awan CB ( colomunimbus) kini sedang menyambangi Batam dan sekitarnya. Akibatnya hujan lebat, disertai angin kencang dan petir. Kondisi seperti ini berlangsung hingga Juni mendatang.

Dari pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Hang Nadim Batam, cuaca buruk akan terjadi di seluruh Batam khususnya dan Kepri umumnya.

“Kita ini tak ada musim, tipe cuaca di Batam atau Kepri ini dinamakan ekuatorial. Ada dua puncak hujan dalam setahun, Mei dan Juni. Lalu Desember dan Januari,” kata Kepala Stasiun BMKG Hang Nadim Batam, Philip Mustamu pada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Senin (23/5).

Mengenai cuaca buruk yang terjadi beberapa hari belakangan ini. Philip mengatakan hal ini merupakan, siklus normal cuaca di Batam. Disebutkannya bahwa kondisi ini tak akan berlangsung lama. “Biasanya cuma 15 menit hingga 30 menit saja. Terjadi angin kencang, hujan dan petir. Lalu berpindah ke tempat lain,” ungkapnya.

“Hal ini akan berlangsung selama, Mei dan Juni,” lanjutnya.

Ia mengatakan kondisi ini, disebabkan adanya awan colomunimbus yang besar. Lalu sinar matahari yang cukup, sehingga terjadi beberapa kali hujan lebat disertai angin kencang. Kecepatan angin yang berhembus pada saat itu sekitar 30 hingga 50 kilometer per jam. “Bentar saja itu, setelah itu nanti normal kembali,” ucapnya.

Namun walaupun begitu, ia meminta kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada. Pada setiap kemungkinan yang ada. Sebab cuaca sewaktu-waktu bisa berubah kapan saja. “Hati-hati saja,” ujarnya.

Sementara itu gelombang, kata Philip juga tak terlalu tinggi. Tapi pada saat kondisi angin kencang, gelombang juga bakal tinggi. Tapi sejauh ini, gelombang tingginya masih di ambang aman.

Apakah penerbangan terganggu akibat hal ini? Philip menyatakan bahwa tidak sampai mengganggu penerbangan. Sebab, begitu pihaknya memantau ada cuaca buruk, Philip segera memberitahukan kepada seluruh maskapai dan petugas di Bandara Hang Nadim. “Sejauh ini masih aman kok,” ujarnya. (ska)

Respon Anda?

komentar