Demokrat Bantah Koalisi Sanur Pecah Terkait Bacalon Wagub Kepri

707
Pesona Indonesia
Bupati Bintan Apri Sujadi. foto:jailani/batampos
Bupati Bintan Apri Sujadi. foto:jailani/batampos

batampos.co.id– Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kepri, Apri Sujadi, menanggapi datar agenda penjaringan bakal calon Wagub Kepri yang dilakukan partai koalisi pendukung Sani-Nurdin selain Demokrat.

Menurut Apri, partai lain juga berhak mencari figur yang akan diusulkan menjadi Wakil Gubernur Kepri.

“Saya setuju kalau partai koalisi membuka pendaftaran,” kata Apri, Senin (23/5/2016) malam.

Apri menjelaskan, proses penjaringan bakal calon Wagub Kepri merupakan tahapan yang masih sangat awal. Kata dia, seluruh figur yang terjaring nantinya akan diseleksi lagi melalui komunikasi politik antarpartai koalisi.

Baca Juga:
> Partai Koalisi Non Demokrat Usung Cawagub Sendiri
> Nasib 14 Bakal Cawagub Kepri Tergantung SBY
> Mantan Kepala BP Batam Batam Berebut Kursi Wakil Gubernur Kepri

Termasuk 14 figur yang mendaftar ke Demokrat, kata Apri, nantinya akan diarahkan untuk mendaftarkan diri ke partai koalisi. Apa yang dilakukan Demokrat, kata Apri, hanyalah proses penjaringan di internal partai.

“Tetap keputusan itu melalui kebersamaan dengan partai koalisi lainnya,” ujar Apri lagi.

Bupati Bintan ini kembali menegaskan, Demokrat masih akan menyeleksi kader yang terjaring untuk kemudian disodorkan ke partai koalisi.

“Kita kan belum tahu siapa yang daftar dan serius, jadi dilakukan penjaringan. Kalau belum terjaring bagaimana bisa kita komunikasikan untuk kita usung,” ujar Apri.

Menurut Apri, proses penjaringan bakal calon Wagub Kepri di internal Demokrat bukan berarti partai berlambang mercy ini akan berjalan sendiri tanpa partai anggota koalisi pengusung Sani-Nurdin (Sanur) yang lain. Menurut dia, partai koalisi pengusung Sanur harus tetap bersama-sama dalam mengusulkan nama calon Wagub Kepri.

Hal senada disampaikan Sekretaris DPD I Partai Demokrat Provinsi Kepri, Husnizar Hood. Menurut dia, penjaringan bakal calon Wagub Kepri yang dilakukan partai koalisi non Demokrat, yakni Gerindra, Nasdem, PKB, dan PPP adalah hal yang wajar.

Menurut dia, ini hanya persoalan kreativitas partai. Karena secara internal, Partai Demokrat telah melakukan itu. Kata Husnizar, kalau partai pengusung yang lain melakukan hal yang sama, bukan jadi satu persoalan.

“Karena masih ada tahapan selanjutnya,” ujar Husnizar.

Husnizar mengklaim, meski telah melakukan penjaringan bakal calon Wagub Kepri secara internal, pihaknya tetap menjalin komunikasi politik dengan partai pengusung lainnya. Penjaringan bakal calon wagub yang dilakukan Partai Demokrat saat ini hanya merupakan branding Partai Demokrat.

“Pada awalnya penjaringan memang khusus di internal kader Demokrat. Tetapi pada perjalannya, animo dari luar begitu banyak. Sehingga kami juga memberikan kesempatan kepada figur-figur di luar PD untuk ikut serta,” jelas Wakil Ketua DPRD Kepri tersebut.

Disinggung mengenai adanya statemen Sekjen DPP PD, Hinca Panjaitan yang menegaskan akan mengedepan kader PD untuk mendampingi Nurdin, Husnizar mengatakan penilaian itu tentunya tidak lepas dan kualitas dan kapasitas yang melekat pada masing-masing kader.

“Ini bukan persoalan adu kuat. Saat ini PD Kepri memang memiliki banyak figur yang punya kapasitas untuk didukung duduk sebagai Wakil Gubernur Kepri,” ungkapnya.

Legislator DPRD Kepri Dapil Tanjungpinang itu juga mengatakan, dalam hal ini, DPD I PD Kepri tetap akan memberikan masukan-masukan mengenai nama-nama yang sudah mendaftar. Sedangkan keputusan akhirnya tetap dilakukan oleh DPP Partai Demokrat. Kemudian hasil ini nanti, akan dikoordinasikan bersama partai pengusung yang lain.

“Yang jelas, setelah akan ada pembicaraan lebih lanjut dengan partai pengusung yang lain. Sesuai amanah UU harus dua nama yang diusulkan ke DPRD Kepri untuk di pilih,” jelasnya.
(ary/jpg/bp)

Respon Anda?

komentar