Disperindag Pastikan Ketersediaan Barang Stabil Selama Ramadan

679
Pesona Indonesia
PPNS Disperindagkop dan UKM Bintan, Setia Kurniawan (baju pegawai) dan stafnya melihat gula pasir kosong dari keranjangnya di Swalayan Kembar Jaya, Batu 16, Kecamatan Toapaya, Senin (23/5). F. Harry/Batampos
PPNS Disperindagkop dan UKM Bintan, Setia Kurniawan (baju pegawai) dan stafnya melihat gula pasir kosong dari keranjangnya di Swalayan Kembar Jaya, Batu 16, Kecamatan Toapaya, Senin (23/5). F. Harry/Batampos

batampos.co.id – Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Bintan mendapatkan keberadaan gula pasir menjadi langka di seluruh pasar tradisional dan swalayan se Kabupaten Bintan. Kelangkaan ini terjadi dikarenakan lambatnya pendistribusian kebutuhan pokok yang dilakukan distributor dari Pulau Jawa.

“Hasil pengawasan yang kita Lakukan di seluruh pusat perbelanjaan. Kebutuhan pokok yang langka hanya terjadi pada gula putih. Kita pastikan gula akan masuk mendekati bulan puasa nanti. Tapi harganya akan lebih mahal,” ujar Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Diaperindagkop dan UKM Bintan, Setia Kurniawan saat mengawasi ketersediaan kebutuhan pokok di Swalayan Kembar Jaya, Batu 16, Kecamatan Toapaya, Senin (23/5).

Ternyata kelangkaan gula pasir ini sudah terjadi selama dua bulan terakhir. Akibatnya para distributor dan pedagang menaikan harga gula pasir dengan bertahap namun secara sepihak. Dari Maret lalu harga Gula pasir ini hanya dipatok sebesar Rp 7.400 per Kilogramnya (Kg) dan pada April menjadi Rp 14.000 atau mengalami kenaikan Rp 6.400 per Kg. Sedangkan bulan ini harga gula tembus Rp 20.000 atau mengalami kenaikan Rp 5.000.

Diperkirakan, gula pasir akan mengalami kenaikan lagi menjelang masuknya bulan puasa atau Ramadan. Karena pasokan gula yang akan didistribusikan dari Pulau Jawa ke Kabupaten Bintan melalui Pelabuhan Bongkar Muat Barang, Sri Payung, Batu 6 Tanjungpinang dan Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, tidak sesuai dengan permintaan masyarakat. Tetapi dipastikannya ketersediaan seluruh kebutuhan pokok akan stabil bulan depan. Bahkan komiditas kebutuhan pokok lainnya seperti beras, minyak goreng, tepung terigu dan lainnya akan mengalami penurunan harga.

“Naiknya harga gula ini terjadi di seluruh Indonesia. Namun kemungkinan besar kalau keadaannya begini terus, harga gula dipastikan naik terus. Tapi komoditas barang lainnya stabil, bahkan harganya banyak mengalami penurunan,” akunya.

Sementara itu, Distributor asal Tanjunguban Kecamatan Bintan Utara, Angau, mengatakan kalau saat ini stok gula di gudangnya sedang kosong. Namun masalah ini tidak akan lama, karena pasokan gula akan masuk dalam waktu dekat.

“Tetapi harga gula nantinya cukup tinggi. Karena distributor dari Jakarta mematok harga yang lumayan tinggi juga,” katanya.

Tidak hanya harga gula saja yang mengalami perubahan harga. Tetapi pasokan gula juganantinya mengalami pengurangan dari awalnya sebanyak 100 ton dalam sebulan menjadi 68 ton. Jumlah gula yang masuk itu direncanakan dari Pelabuhan Bongkar Muat Barang, Sri Payung, Batu 6 Tanjungpinang sebanyak 35 Ton dan Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, Kecamatan Bintan Timur sebanyak 33 ton.

Sarannya, pemerintah harus melakukan operasi pasar menjelang Ramadan. Kemudian juga berkoirdinasi dengan Pemerintah Pusat agar ketersediaan gula selalu terpenuhi. Sehingga harga gula di pasaran tidak terus mengalami kenaikan.

“Kita sendiri saja tak tau pastinya gula masuk. Sebenarnya pemerintah yang harus lebih peka terhadap kondisi seperti ini. Lakulanlah pengawasan dan jaminkan kebutuhan pokok terus ada. Jadi harga pun tetap stabil,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar