DPRD Batam Berang, Pembangunan Ruang Kelas Baru Tak Kunjung Selesai

686
Pesona Indonesia
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam kembali mengkritik keras terkait pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang tak kunjung selesai. Padahal jelas, anggaran RKB sebesar Rp 8,3 miliar sudah diketok jauh-jauh hari semenjak Desember 2015 lalu.

“Ini sudah bulan Mei, tapi kenyataannya gimana, tak ada satu pun RKB yang selesai dibangun,” ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho, Senin (23/5).

Politikus PDI Perjuangan itu mengaku, permasalahan RKB ini hampir terjadi setiap tahun. Ketika minimnya ruang kelas serta lambannya pembangunan gedung sekolah menyebabkan beberapa sekolah kelebihan kapasitas pelajar. Ditambah lagi tingginya angka wajib sekolah.

Saat itulah RKB menjadi salah satu cara mengantisipasi over kapasitas ruang belajar atau menampung jumlah peserta didik yang membludak masuk ke sekolah negeri. “Jadi ketika Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dibuka, RKB juga harusnya sudah selesai dibangun,” lanjutnya.

Disinggung mengenai tugas dan fungsi DPRD untuk mengawasi, Udin mengaku jengah. Pasalnya setiap kali memanggil, dinas pendidikan tak pernah hadir. “Sudah sering dipanggil namun tak pernah datang. Berbicara masalah pendidikan, kita di Komisi IV sudah bosan dengar alasan dari dinas pendidikan,” ungkap Udin.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Muhamad Yunus membenarkan belum adanya pembangunan RKB yang selesai. “Setahu saya, RKB tahun 2016 belum ada yang selesai dan bahkan ada yang belum dibangun seperti di SMP Negeri 34 Batubesar,” ujar Yunus kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id).

Begitu pun pembangunan RKB melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016, hingga kini belum ada terealisasi. Jumlah anggaran Rp 8,3 miliar dari APBD ini diluar Dana Alokasi Khusus (DAK). Satu RKB ditaksir menelan anggaran Rp 200 juta.

“Hitung-hitungnya kan seperti itu. Diluar DAK, anggaran segitu bisa membangun 40 RKB,” kata Yunus. (rng)

Respon Anda?

komentar