Enam Pelamar Lolos Administrasi Seleksi Badan Pengawas BUMD Karimun

640
Jhon Abrison saat berkemas di kantor DPRD Karimun. foto:rpg
Jhon Abrison saat berkemas di kantor DPRD Karimun. foto:rpg

batampos.co.id – Panitia Seleksi (Pansel) sudah melakukan pemeriksaan berkas admistrasi calon badan pengawas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Karimun, baik untuk Perusahaan Daerah (Perusda) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Karimun. Diputuskan hanya ada enam orang yang lulus seleksi administrasi.

”Pansel telah melakukan pemeriksaan persyaratan. Dari 14 pelamar, dinyatakan hanya enam orang yang lolos seleksi,” kata Kepala Bagian Ekonomi Bupati Karimun, Herwansyah, Senin (23/5).

Posisi Badan Pengawas PDAM lebih diminati yakni delapan pelamar. Sedangkan untuk badan pengawas hanya enam pelamar.

“Di awal itu bahkan pelamarnya minim. Hanya ada 6 pelamar untuk dua BUMD itu. Namun di hari terakhir ada pelamar dari luar Karimun yang mengirimkan lewat pos. Makanya jumlah bertambah,” katanya.

Enam orang yang dinyatakan lolos seleksi administrasi itu di antaranya empat orang untuk Perusda Karimun, dan dua orang untuk PDAM Tirta Karimun. Bagi pelamar yang telah dinyatakan lolos administrasi diwajibkan daftar ulang mulai Selasa sampai Kamis (24-26/5) mendatang. Bertempat di kantor Bagian Ekonomi. Jika tidak mendaftar ulang sampai batas waktu yang ditentukan, maka dianggap gugur.

Saat daftar ulang, peserta yang lolos administrasi diwajibkan membawa ijazah pendidikan asli dan KTP asli. Meski demikian, proses seleksi selanjutnya, seperti fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan belum dijadwalkan.

“Jadwal tes berikutnya harus dijadwal ulang dan diputuskan dalam rapat. Sebab, untuk melakukan pengujian tiudak hanya melibatkan dari birokrat di jajaran Pemerintah Kabupaten Karimun saja. Juga psikolog dan para akademisi,” ungkapnya.

Data yang dihimpun Batam Pos, dari 4 orang yang lolos administrasi untuk menempati posisi BP Perusda terdapat satu nama yang merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Karimun. Yakni, Jhon Abrison yang tidak mencalonkan diri lagi pada Pemilu 2014. Kemudian, juga ada salah seorang mantan direksi Perusda. Yakni Ysuwar Yahyanati. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar