Gagal Penuhi Target RPJMD, Banyak SKPD Mendapat Catatan Merah

605
Pesona Indonesia
 Sirajudin Nur. foto:net
Sirajudin Nur. foto:net

batampos.co.id – Panitia Khusus (Pansus) yang terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri menorehkan banyak noktah merah pada Laporan Kerja Pertanggungjawaban (LKPj) tahun 2015 Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Melalui sidang paripurna istimewa di Dompak, Senin (23/5) kemarin, Pansus menyampaikan masih banyak satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang belum mampu memenuhi target yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2010-2015.

Ketua Pansus, Sirajudin Nur menyatakan, hal ini terjadi lebih karena ketidakmampuan aparatur di masing-masing SKPD. Satu yang paling fatal, kata Sirajudin, adalah laporan yang disampaikan dari Dinas Koperasi dan UKM. “Kami menganggap kinerja mereka buruk. Karena data capaian yang disampaikan itu adalah data capaian di tahun 2013. Sedangkan yang kami minta kan tahun 2015. Ini persoalannya apa yang dikerjakan tahun kemarin,” ucap politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kepri ini.

Dengan suara tegas, Sirajudin bahkan merekomendasikan kepada Plt Gubernur Kepri, Nurdin Basirun agar seluruh pegawai di Dinas Koperasi dan UKM dievaluasi. Tanpa pandang bulu. “Kalau begini kerjanya, jangan dipertahankan,” tegasnya.

Namun, rupanya catatan merah tidak hanya jadi milik Dinas Koperasi dan UKM saja. Pansus LKPj 2015, sambung Sirajudin, juga memberikan catatan merah kepada sejumlah SKPD yang dinilai tidak mampu memenuhi target RPJMD lima tahun belakangan.

Mulai dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pariwisata, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, hingga Dinas Pemuda dan Olahraga. Yang kesemua SKPD tersebut, rata-rata galau menuntaskan target kerja yang dicanangkan dalam RPJMD 2010-2015.

Dinas Kelautan dan Perikanan pun tidak luput dari catatan merah. Sebagai sebuah daerah dengan luas perairan mencapai 95 persen, kata Sirajudin, sudah semestinya laut mampu menjadi sektor andalan dalam menunjang kesejahteraan masyarakat Kepri dan sebagai sumber ekonomi strategis.

“Tapi capaiannya rendah sekali. Dari yang seharusnya 7,5 terhadap PDRB hanya mampu mencapai 3,4 saja. Ke depan, kami mengharapkan sektor kelautan mampu menjadi mesin ekonomi baru yang bisa dimanfaatkan,” ungkap Sirajudin.

Selain lantaran ketakcakapan aparatur, Sirajudin juga menilai, banyak target yang meleset dari RPJMD 2010-2015 lantaran target yang dicanangkan banyak menggunakan indikator yang tidak rasional. Selama pembahasan, Pansus juga menemukan hal itu. “Target yang ditetapkan tak sesuai kemampuan daerah untum mencapai. Tapi itu tidak semua. Ada juga target sederhana tapi barangkali karena faktor SDM yang tak mampu membuatnya tercapai,” jelasnya.

Sirajudin mengharapkan catatan rekomendasi yang sudah disampaikan Pansus ini bisa diperhatikan dan mulai membenahi sektor-sektor yang masih jauh dari target. “Karena RPJMD itu adalah perwujudan visi-misi daerah. Kalau tidak tercapai ya apa kerja selama ini,” pungkas Sirajudin. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar