Jelang Ramadan, Disperindag Rutin Monitoring, Persediaan Bahan Pokok masih Aman

413
Pesona Indonesia
Pembeli memilih sembako di Pasar Baru Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Persedian bahan pokok di Tanjungpinang masih aman jelang Ramadan. F.Yusnadi/Batam Pos
Pembeli memilih sembako di Pasar Baru Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Persedian bahan pokok di Tanjungpinang masih aman jelang Ramadan. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 1437 H, Dinas Perindustrian Perdagangan Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal (Disperindag-Ekraf dan PM) Kota Tanjungpinang melakukan monitoring ke seluruh distributor bahan pokok. Monitoring dilakukan secara rutin setiap minggunya.

“Tiap minggu persediaan bahan pokok bakal diupdate,” ujar Kabid Perdagangan Disperindag-Ekraf dan PM Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, Senin (23/5).

Dari monitoring tersebut, kata Teguh, akan diketahui tingkat permintaan masyarakat setiap minggunya. Sebab, menjelang puasa, kebutuhan masyarakat umumnya mengalami peningkatan.

Monitoring ini, lanjutnya, juga bertujuan sebagai penentu kebijakan langkah strategi, supaya Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang dapat mengontrol harga pasar. “Takutnya, jika tidak dikontrol, maka akan muncul spekulan yang menaikkan harga sesuka hati,” ujarnya.

Dengan adanya monitoring, maka benar-benar dapat diketahui tingkat persediaan bahan pokok. “Jadi kita tahu stok, tahu apakah ada penimbunan atau tidak,” ujarnya.

Teguh melanjutkan, minggu lalu, pihaknya telah melakukan monitoring ke 13 distributor. Dari situ diketahui, bahwa tidak terjadi penimbunan oleh para distributor bahan pokok di Kota Tanjungpinang. “Selain 13 distributor bahan pokok, kami juga akan memperluas ke daging dan telur,” ujarnya.

Disinggung mengenai harga kebutuhan menjelang puasa, Teguh mengatakan, kenaikan harga baru terjadi pada gula pasir dan ikan. “Gula pasir sudah naik menjadi Rp15 ribu dari harga Rp13 ribu per kilo. Dan itu sudah dari sepekan terakhir,” ujarnya.

Sementara untuk ikan, kata Teguh, kenaikan bervariasi. “Untuk ikan tongkol sekarang sudah Rp28 ribu dari sebelumnya Rp15 ribu per kilo,” ujarnya. Kenaikan harga ikan, kata Teguh, karena tangkapan nelayan yang sedikit. “Sementara untuk komoditas lain belum ada kenaikan yang signifikan,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar