Korban Kebakaran Kesal Tak Dibolehkan Masuk ke Lokasi Ambil Barang yang Tersisa

462
Pesona Indonesia
Rumah warga yang tinggal puing-puing akibat terbakar pekan lalu dipasangi police line. foto:syahid/batampos
Rumah warga yang tinggal puing-puing akibat terbakar pekan lalu dipasangi police line. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Korban kebakaran dilarang memasuki lokasi belasan rumah yang terbakar pekan lalu, meski untuk mengambil harta benda. Mereka baru diizinkan setelah dua hari kejadian.

“Sudah terlambat, harta sudah hanyut semua terbawa arus,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Minggu (22/5) pagi cuaca kurang bagus karena ombak besar dan angin kuat sehingga barang warga yang masih bisa digunakan tak terselamatkan. “Kalau kita diizinkan, Sabtu (21/5) mungkin kita masih bisa selamatkan sebagian barang-barang yang masih bisa dipakai,” ungkapnya.

Warga yang diizinkan pun harus melaporkan diri ke polsek. Lalu warga yang mencari hartanya harus ada pengawalan dari petugas. “Kita diizinkan, tapi harus lapor ke polisi dulu, setiap satu KK hanya diizinkan dua orang yang turun,” ungkapnya.

Ia mengatakan, polisi harusnya bisa membedakan lokasi kejadian. Kalau kejadian kebakaran itu di wilayah daratan, mereka tidak ambil pusing. Harta benda mereka yang tidak terbakar tidak akan hilang. “Ini kan di laut, kalau hari ini tampak, harus diambil langsung, kalau nunggu besok, sudah pasti hanyut,” ungkapnya.

Yang lebih membuatnya kesal, pemilik rumah tidak diperbolehkan mengambil harta benda. Warga dari luar, justru dibiarkan masuk ke lokasi kebakaran. “Kita tidak menuduh, warga dari luar itu mengambil barang atau tidak tapi yang jelas, kita ini mau cari harta benda di rumah sendiri tak boleh tapi warga lain malahan masuk,” ungkapnya lagi.

Ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Kapolsek Siantan AKP Anjar Yogota Widodo, membantah hal ini, pihaknya jelas melarang warga korban kebakaran untuk masuk ke lokasi kebakaran. “Kita sudah pasang police line, tentu tidak boleh, warga juga sudah pintar sekarang,” ungkapnya.

Diketahui, puluhan rumah di Jalan Tanjung Lambai Desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, terbakar Jumat lalu. Petugas TNI yang berhasil menyelamatkan seorang bayi tewas di tempat kejadian. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar