Kurang dari 3 Jam, 1.400 Mesin ATM Dibobol di Jepang, Rp 173,89 Miliar Melayang

706
Pesona Indonesia
Ilustrasi atm di Jepang. Foto: istimewa
Ilustrasi atm di Jepang. Foto: istimewa

batampos.co.id – Selama ini kejahatan berupa pembobolan anjungan tunai mandiri alias automated teller machine (ATM) kerap terjadi di Indonesia.

Namun, ternyata kasus di Indonesia tak sebanyak di Jepang. Kepolisian negeri Sakura itu beberapa hari terakhir ini disibukkan memburu sindikat pembobol mesin ATM.

Yang mengejutkan, pembobolan ATM di Jepang superterorganisir. Bahkan Jepang meyakini pelakunya melibatkan setidaknya 100 orang.

Mereka bermodalkan kartu kredit palsu keluaran Standard Bank Afrika Selatan. Sebanyak 1.400 mesin ATM di minimarket jadi sasaran dan 1,4 miliar yen atau setara Rp 173,89 miliar melayang.

Sasaran utama mereka adalah ATM-ATM di minimarket Kota Tokyo dan Kota Osaka. Hanya dalam hitungan jam, mereka sukses menggondol uang sebanyak itu.

’’Ini sindikat internasional. Mereka beraksi bersamaan hanya dalam waktu kurang dari tiga jam,’’ terang sumber kepolisian.

Hingga Senin (23/5/2016), polisi memburu kelompok pembobol mesin ATM tersebut. Polisi juga tidak mau banyak berbagi informasi tentang kejahatan terencana itu.

Tidak jelas bagaimana sindikat tersebut bisa mencuri uang sebanyak itu dalam waktu singkat. Mengingat, biasanya mesin ATM di Jepang membatasi penarikan uang tunai sampai 100 ribu yen alias Rp 12,4 juta saja sehari.

Di tempat terpisah, Standard Bank mengakui telah kebobolan lewat ATM. ’’Kami menjadi korban kejahatan terencana yang sangat rapi. Pelaku menggunakan beberapa kartu kredit palsu (Standard Bank) dan beraksi di ATM-ATM di Jepang,’’ terang bank tersebut dalam pernyataan tertulis.

Kerugian pihak bank, kabarnya, mencapai sekitar USD 19 juta (sekitar Rp 259,6 miliar). Koran di Jepang Yomiuri melaporkan bahwa aksi kilat sindikat ini terjadi pada pekan lalu, tepatnya Minggu (15/5/2016). Sebab, saat Minggu tidak ada bank yang beroperasi. Diduga kuat, sindikat tersebut sengaja memilih Minggu agar lebih leluasa menjalankan aksi.

Setelah sukses membobol ATM, mereka pun masih punya waktu untuk kabur meninggalkan Jepang sebelum ada yang sadar telah terjadi kejahatan. Luar biasa. (afp/kyodo/hep/c23/kim/adk/jpnn)

Respon Anda?

komentar