Penerimaan Siswa Baru Mulai 13 Juni, Pakai Sistem Rayon

1691
Pesona Indonesia
Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang, HZ Dadang Abdul Gani. foto:yusnadi/batampos
Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang, HZ Dadang Abdul Gani. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Penerimaan siswa baru tahun ajaran 2016/2017 akan dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2016 mendatang. Waktu penerimaan ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan, mulai TK, SD, SMP maupun SMA. Sementara sistem penerimaan yang digunakan masih menggunakan sistem rayon.

“Sistem rayon ini kan juga tujuannya supaya siswa tidak menumpuk di sekolah tertentu,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, HZ Dadang Abdul Gani, Senin (23/5).

Dikatakan Dadang, orang tua wajib mendaftarkan anaknya ke sekolah yang berada di lingkungan tempat tinggalnya.

Dadang menyadari, untuk kawasan Tanjungpinang Timur, tidak semua siswa SD ataupun SMP dapat tertampung di sekolah negeri. “Karena sekolah kita belum merata,” ujarnya.

Solusinya, kata Dadang, orang tua harus memasukkan anaknya ke sekolah swasta. “Karena sekolah swasta juga banyak yang bagus,” ujarnya.

Tapi, Pemko Tanjungpinang tahun 2016 ini akan membuka satu SD negeri di kawasan Tanjungpinang Timur, yaitu SDN 16. “Tahun ini juga dibuka penerimaanmya. Tapi karena pembangunannya baru selesai Desember 2016, maka untuk sementara muridnya akan menumpang di sekolah lain. Baru bulan Januari 2017 mereka pindah ke SDN 16,” ujar Dadang.

Tidak seperti penerimaan tahun 2015 lalu, tahun 2016 ini semua proses pendaftaran akan dilaksanakan di setiap sekolah yang bersangkutan. Tujuannya, supaya tidak membingungkan dan menyulitkan orang tua saat mendaftarkan anaknya. “Ini hasil evaluasi tahun lalu. Kalau tahun lalu kan proses pendaftaran di Disdik, itu banyak keluhan dari orang tua. Prinsipnya kami ingin mempermudah,” ujarnya.

Tahun 2016 ini, Disdik masih menyediakan kuota sebanyak 20 persen yang diperuntukkan bagi siswa berprestasi dan tidak mampu. Bagi siswa yang memiliki prestasi non akademik, semisal prestasi olahraga, dan seni diberikan hak istimewa untuk memilih sekolahnya.

“Mereka boleh memilih sekolah, asal masih dalam domisili tempat tinggalnya. Kami lihat dulu, tidak mungkin anak tersebut tinggal di Hang Tuah, tapi ingin bersekolah di SMPN 1,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar