Perlu Ada Rumah Singgah Bagi Keluarga Pasien RSUD

1234
Pesona Indonesia
RSUD Karimun. foto:rpg
RSUD Karimun. foto:rpg

batampos.co.id – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karimun, M Yusuf Sirat mengatakan, dari hasil hearing bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karimun yang saat ini sudah menjadi Badan Layanaan Umum Daerah (BLUD), dapat disimpulkan sementara, hingga saat pelayanan kesehatan kepada pasien sudah baik. Dalam pelayanan obat-obatan tidak perlu lagi menunggu pengesahan APBD Karimun.

”Secara umum sih, sudah bagus. Namun, harus lebih ditingkatkan pelayanan agar dapat mandiri. Sebab, RSUD Karimun sudah menjadi BLUD yang artinya mereka bisa menggunakan dananya sendiri untuk mengelola rumah sakit,” jelas Yusuf, Senin (23/5).

Ditambahkan, saat ini sudah ada dokter spesialis jantung. Dengan adanya dokter spesialis jantung, berarti RSUD Karimun menambah aset Sumber Daya Manusia (SDM) dalam memberikan pelayanan kesehatan. Namun, kalau tidak didukung dengan peralatan jantung sama saja tidak. Dalam hal ini, peranan Pemerintah Daerah sangat penting bagaimana mencari solusi untuk mengadakan peralatan jantung di RSUD Karimun.

”Nah, peranan Pemda Karimun lah sekarang bagaimana untuk mewujudkan penambahan peralatan jantung. Agar, pasien tidak lagi untuk keluar daerah dalam pengecekan jantung,” ungkapnya.

Masih kata Yusuf Sirat lagi, sementara untuk perbaikan yang ringan-ringan saja pihak RSUD Karimun masih bisa seperti perawatan AC dan sebagainya. Sedangkan, renovasi yang berat-berat seperti AC central, pengecatan maupun perbaikan life perlu campur tangan Pemda Karimun.

”Intinya, belanja modal dan aset harus tetap dibantu oleh Pemda Karimun. Dengan demikian, dapat meminimalisir rujukan ke luar daerah untuk perobatan lanjutan,” kata Yusuf lagi.

Untuk merespon rujukan dari pulau seperti pulau Moro dan Kundur, Pemda Karimun wajib membangun rumah singgah di sekitar RSUD Karimun. Tujuannya, agar keluarga pasien yang berobat di RSUD Karimun dapat menginap di rumah singgah tersebut. Supaya dapat meringankan biaya penginapan, dibanding menginap di hotel atau wisma. Cukup membayar biaya kebersihan dan listrik.

”Ke depan, harus ada terobosan dalam pelayanan kesehatan di RSUD Karimun. Salah satunya, rumah singgah bagi keluarga pasien yang berasal di luar pulau,” ucapnya.

Sementara Kabid Pelayanan RSUD Karimun, dr Suharyanto saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa saat ini sudah ada spesialis jantung di RSUD Karimun. Dan sudah berjalan, namun untuk sementara hanya bisa pemeriksaan secara manual saja. Sedangkan, peralatan jantung sendiri belum dapat dianggarkan. Mengingat, harganya cukup mahal dan belum mampu untuk membeli sendiri.

”Benar sudah ada spesialis jantung. Kalau untuk pemeriksaan dini sudah bisa dilakukan, tapi kelanjutannya belum dapat dikarenakan keterbatasan alat medis,” katanya. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar