Pertumbuhan Ekonomi Kepri Melambat, Karimun Membaik

704
Pesona Indonesia
Gusti Raizal Eka Putra, Kepala BI Kepri. Foto: batampos.com
Gusti Raizal Eka Putra, Kepala BI Kepri. Foto: batampos.com

batampos.co.id – Kepala Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, pertumbuhan ekonomi secara umum di Provinsi Kepri terjadi perlambatan sekitar 4,6 persen dibandingkan tahun 2015 lalu yang 6,02 persen. Hal ini dikarenakan, faktor global yang terjadi secara nasional. Dan berdampak juga di Provinsi Kepri, termasuk belanja Pemerintah Daerah baik itu yang ada di Provinsi Kepri maupun kabupaten/kota masih minim.

” Triwulan pertama tahun 2016, terjadi perlambatan ekonomi secara global di Kepri. Termasuk di kabupaten/kota, dibandingkan tahun 2015 lalu. Namun, pada triwulan kedua nanti diprediksi ada kenaikan pertumbuhan ekonomi. Dikarenakan, berbarengan dengan memasuki bulan ramadan dan lebaran,” jelasnya.

Untuk kabupaten Karimun sendiri pertumbuhan ekonomi di tahun 2016 ini, lanjutnya, secara umum sudah membaik dibandingkan tahun lalu. Sebab, Kabupaten Karimun yang masuk dalam kawasan FTZ. Artinya, transaksi jual beli terhadap barang dari perusahaan besar sangat besar di Karimun. Sedangkan, potensi lainnya belum terlihat untuk dikelola secara maksimal. Seperti, dunia pariwisata maupun perikanan.

”Kalau untuk Kabupaten Karimun, cukup bagus pertumbuhan ekonominya. Tapi, potensi lainnya harus terus digenjok terutama dunia pariwisata dan perikanan,” kata Gusti usai launching kas titipan dan penandatanganan surat perjanjian kerjasama (SPK) antara kantor Perwakilan BI dengan PT BNI Tbk di Hotel Aston Tanjungbalai Karimun, kemarin (23/5).

Kenapa demikian, lanjutnya lagi, di sektor pariwisata dan perikanan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru harus perlu dikelola secara serius. Mengingat, wilayah Kabupaten Karimun mayoritas lautan sehingga potensi yang ada bisa menghasilkan pendapatan daerah. Bukan, hanya di sektor industri saja yang harus digenjot.

”Pada intinya, potensi alam yang ada di Kabupaten Karimun harus dimaksimalkan. Apalagi kita ini bersebelahan dengan negara Singapura dan Malaysia, kenapa tidak bisa. Nah, itu tugasnya kepala daerah bersama SKPD bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi didaerahnya,” tegasnya.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar