Pilwanag Serentak, 292 Balon Terdaftar

1472
Pesona Indonesia
Niniak mamak Nagari Sungaibaringin, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, siap menyongsong Pilwanag serentak, 12 Juni mendatang.  Foto: Padeks/jpg
Niniak mamak Nagari Sungaibaringin, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, siap menyongsong Pilwanag serentak, 12 Juni mendatang. Foto: Padeks/jpg

batampos.co.id — Proses pemilihan wali nagari (Pilwanag) serentak di Limapuluh Kota, mulai menarik disimak. Sejauh ini panitia pemilihan yang ditugaskan pada 52 nagari di 12 kecamatan sudah menyelesaikan tahapan pendaftaran bakal calon (balon), Minggu (22/5).

”Benar, panitia pilwanag serentak di 52 nagari, sudah selesai menerima berkas pendaftaran balon wali nagari,” kata Herman Azmar, Kepala Bagian Pemerintahan Nagari, Sekretariat Kabupaten (Setkab) Limapuluh Limapuluh Kota, saat dihubungi Padang Ekspres, Senin (23/5).

Herman menjelaskan, berkas pendaftaran seluruh balon wali nagari akan diverifikasi kembali oleh panitia pemilihan. Setelah itu, baru lah panitia menetapkan balon menjadi calon. Targetnya, minimal ada dua calon dan maksimal lima calon di tiap nagari.

Jika muncul lebih dari lima orang, maka panitia pemilihan di nagari bakal menyeleksi tambahan. Seleksi tambahan itu dalam bentuk skoring berpedoman kepada pengalaman di bidang pemerintahan, pendidikan, dan usia.

”Jika berdasarkan seleksi tambahan nilai yang diperoleh masing-masing balon sama. Maka, untuk menyaring menjadi maksimal lima calon, panitia mengadakan ujian tertulis. Setelah ujian itu, baru lah dilakukan penetapan calon dan pengundian nomor urut,” ujar Herman Azmar.

Berdasarkan data yang diperoleh Padang Ekspres dari Bagian Pemerintahan Nagari Setkab Limapuluh Kota dan sejumlah camat di daerah ini, balon wali nagari yang terdaftar pada panitia pemilihan mencapai 292 orang. Paling banyak berada di Kecamatan Harau.

Di kecamatan heterogen tersebut, balon wali nagari yang terdaftar mencapai 61 orang. ”Mereka akan mengikuti pemilihan pada 10 dari 11 nagari yang ada di kecamatan ini,” kata Camat Harau Deki Yusman dan Sekretaris Camat Jeki, saat dihubungi secara terpisah.

Menyusul Kecamatan Harau, balon wali nagari terbanyak berada di Kecamatan Suliki. Di kecamatan ini, ada enam nagari. Seluruhnya ikut pilwanag serentak. ”Jumlah bakal calon yang terdaftar di Kecamatan Suliki 34 orang,” ujar Herman Azmar.

Sedangkan balon wali nagari paling sedikit, berada di Kecamatan Luak. Di kecamatan ini, hanya satu nagari yang ikut pilwanag serentak. Yakni, Sikabukabu Tanjuang Haro Padang Panjang, dengan jumlah balon wali nagari empat orang (selengkapnya lihat grafis).

Di sisi lain, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi yang dihubungi Padang Ekspres terpisah, mengapresiasi besarnya animo tokoh-tokoh masyarakat menjadi kontestan dalam pilkada serentak. Dia melihat, semua ini pertanda tingginya kepedulian terhadap nagari yang mendapat kucuran dana desa dari pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

”Kita berharap kepada para tokoh yang terdaftar sebagai bakal calon wali nagari pada 52 dari 79 nagari di Limapuluh Kota, tetap menjaga semangat kebersamaan. Menjelang panitia menetapkan calon, nilai-nilai kearifan lokal, raso badunsanak, hiduik bakampuang, harus tetap dikedepankan. Satu hal yang perlu diingat, siapa yang akan menjadi wali nagari, sudah tertulis di Lauh Mahfudz, kita tinggal menjalani saja,” kata Irfendi Arbi.

Bupati pilihan rakyat itu menyebut, pilwanag serentak digelar di Limapuluh Kota tidak sekadar bertujuan menumbuhkembangkan demokrasi dan membangun budaya politik santun. Namun, juga bertujuan untuk efektivitas dan peningkatan kinerja pemerintahan nagari. Karena, dari 52 nagari yang ikut pilwanag serentak, lebih dari dua per tiga nagari, sudah berakhir masa jabatan wali nagarinya.

Ketua Persatuan Wali Nagari Limapuluh Kota (Perwanaliko), Irmaizar Dt Rajo Mangkuto, mendukung pilwanag serentak yang diagendakan Pemkab Limapuluh Kota di bawah kepemimpinan Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan. ”Agar roda pemerintahan lebih efektif dan serapan dana desa tercapai, memang kita harapkan pilwanag dipercepat,” ujarnya.

Dorongan serupa disampaikan tokoh masyarakat Limapuluh Kota Zadry Hamzah Dt Munsaid. Mantan sekretaris kabupaten itu juga berharap, pemerintah kabupaten (pemkab) kembali menerapkan program revitalisasi nagari adat yang pernah digagas semasa kepemimpinan Amri Darwis-Irfendi Arbi. ”Setelah pilwanag selesai, gagaslah kembali program revitalisasi nagari adat,” kata Pak Adiak, sapan akrabnya. (jpg)

Bakal Calon Wali Nagari di Limapuluh Kota*

Kecamatan Nagari yang Ikut Pilwanag Jumlah Balon

Harau 10 Nagari (Dari 11 Nagari) 61

Mungka 2 Nagari (Dari 5 Nagari) 17

Lareh Sago Halaban 5 Nagari (Dari 8 Nagari) 31

Luhak 1 Nagari (Dari 4 Nagari) 4

Situjuah Limo Nagari 3 Nagari (Dari 5 Nagari) 14

Payakumbuh 5 Nagari (Dari 7 Nagari) 33

Akabiluru 6 Nagari (Dari 7 Nagari) 31

Pangkalan 5 Nagari (Dari 6 Nagari) 23

Kapur IX 5 Nagari (Dari 7 Nagari) 29

Suliki 6 Nagari (Dari 6 Nagari) 34

Gunuang Omeh 1 Nagari (Dari 3 Nagari) 5

Bukit Barisan 3 Nagari (Dari 5 Nagari) 10

JUMLAH 52 Nagari (Dari 74 Nagari) 292

*Kecamatan Guguak yang terdiri dari 5 nagari, tidak dijadwalkan ikut Pilwanag Serentak,

karena masa jabatan wali nagarinya belum berakhir.

Respon Anda?

komentar