Terapung 20 Jam di Laut, 6 ABK Kapal Ikan Diselamatkan Nelayan Serasan

954
Pesona Indonesia
Tiga nelayan pengebom ikan dari Pemangkat yang diselamatkan di Polsek Serasan setelah kapal ikannya tenggelam di Serasan, Natuna. foto:aulia rahman
Tiga nelayan pengebom ikan dari Pemangkat yang diselamatkan di Polsek Serasan setelah kapal ikannya tenggelam di Serasan, Natuna. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Akibat cuaca buruk, kapal ikan yang berasal dari Kalimantan Barat tenggelam di perairan Serasan, Minggu (22/5) kemarin. Enam ABK kapal termasuk nakhodanya terapung di laut puluhan jam.

Kapal berkapasitas 5 gros ton itu naas setelah diterjang gelombang, tepatnya sekitar 10 mil laut pelabuhan Serasan atau sekitar perairan karang tengah dan karang berantai Desa Tanjung Balau.

Saat ini keenam ABK termasuk Maaruf, 50, nakhoda KM Berkat Usaha, sudah diselamatkan nelayan setempat. Sebelumnya mereka sempat terapung di laut hampir 20 jam lebih.

Keenam ABK dan nakhoda KM Berkat Usaha ini, ditemukan terpisah nelayan Desa Batu Berian sejak Minggu malam.

“Tiga nelayan ditemukan tadi malam (Minggu malam, red), tiga lagi ditemukan tadi siang (Senin sore, red),” kata Kapolres Natuna AKBP Charles, Senin (23/5).

Kapal ikan tersebut, merupakan kapal ikan warga Pemangkat, Kalimantan Barat. Kapal itu sengaja masuk perairan Serasan sejak Sabtu (21/5) untuk menangkap ikan menggunakan cara ilegal.

Kapolsek Serasan AKP Benhur Gultom mengatakan, saat ini keenam korban selamat. Terakhir tiga korban ditemukan sudah dirawat di Puskesmas Serasan.

“Mereka sudah dirawat, belum bisa dimintai keterangan. Ada yang kena kram, karena lama terapung di laut,” ujar Benhur.

Korban yang sudah evakuasi adalah warga Kalimantan Barat, diantaranya Laboy, 38, Lakarmin, 38, Laoly,40. Sedangkan korban yang masih dirawat di puskesmas adalah Maaruf, 50, merupakan nakhoda, Waldi, 26, dan Ucok, 28.

Berdasarkan keterangan para ABK, kata Gultom, nelayan berasal dari Pemangkat menuju Laut Serasan sejak hari Sabtu pagi. Menangkap ikan menggunakan bom, namun sekitar pukul 18.00 WIB cuaca buruk dan gelombang laut kuat. Air masuk kedalam kapal dan kemudian kapal tenggelam.

“Kapal tiba tiba dihantam ombak, lalu bocor. Tiga ABK menggunakan sampan meninggalkan kapal, tiga ABK lagi masih bertahan dikapal. Sehingga baru ditemukan tadi siang, dibantu tim SAR dan nelayan,” ujar Gultom.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar