UMRAH Bangun Rusun Khusus Mahasiswa

770
Pesona Indonesia
Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Rektor UMRAH Tanjungpinang melakukan prosesi peletakan batu pertama pembangunan Rusunawa UMRAH, Senin (23/5). foto:ist
Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Rektor UMRAH Tanjungpinang melakukan prosesi peletakan batu pertama pembangunan Rusunawa UMRAH, Senin (23/5). foto:ist

batampos.co.id – Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang yang berasal dari luar daerah boleh bungah hatinya. Lantaran pihak kampus akan membangun rumah susun khusus mahasiswa di komplek kampus di Pulau Dompak. Kepastian pembangunan ini secara resmi dinyatakan dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Senin (23/5).

Pemerintah Provinsi Kepri, kata Nurdin, akan senantiasa memberi sokongan pada pembangunan pendidikan guna perbaikan kualitas sumber daya manusia di Kepri. UMRAH Tanjungpinang juga masuk skala prioritas lantaran menjadi satu-satunya perguruan tinggi negeri di ibu kota provinsi dan juga telah banyak mendulang prestasi.

“Kami ingin memberi apresiasi kepada pihak UMRAH yang terus berkomitmen untuk menunjukkan kesungguhan dalam bekerja membangun pendidikan di Kepri,” kata Nurdin.

Soal perizinan yang sempat beberapa waktu lalu menghambat proses pengerjaan pembangunan, Nurdin menjanjikan, Pemprov Kepri bakal memberikan permudahan. Tidak ada kata susah atau tidak bisa untuk membangun dunia pendidikan yang lebih baik. “Semoga pembangunan asrama ini bisa mendorong mahasiswa UMRAH untuk lebih berprestasi ke depannya,” kata mantan Bupati Karimun ini.

Sementara itu, Rektor UMRAH Tanjungpinang, Profesor Syafsir Akhlus menerangkan, pembangunan rusunawa ini jadi bagian penting dalam kelangsungan pendidikan. Dari seluruh jumlah mahasiswa banyak di antaranya yang berasal dari luar daerah. Termasuk juga mahasiswa yang berasal dari pulau-pulau kecil yang tergabung dalam kelompok mahasiswa hinterland.

“Nantinya, mahasiswa hinterland memang jadi prioritas untuk menempati rusunawa ini. Daripada mereka nge-kost di luar,” kata Syafsir.

Selain bagi mahasiswa hinterland, mahasiswa berprestasi juga diperkenankan menempati bangunan setinggi tiga lantai, 60 ruangan, dan 59 kamar ini. Belum lagi, ada fasilitas perpustakaan sebagai tempat mahasiswa belajar atau berkegiatan. Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat RI telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 13 miliar untuk perampungan proyek pembangunan rusunawa ini.

Selama menempati rusunawa tersebut, memang para mahasiswa akan mengikuti berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi mahasiswa. “Seperti berdiskusi untuk melakukan penelitian dan kegiatan positif lainnya untuk saling mengasah kemampuan satu sama lain,” pungkasnya. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar