30 Karyawan Ikuti In House Training Jurnalistik yang Digelar BTKLPP Batam

645
Pesona Indonesia
Peserta In House Training Jurnalistik bersama (duduk dari depan kiri) Kasubag TU BTKLPP Kelas I Batam, Ismail, Pemimpin Redaksi Batam Pos Muhammad Iqbal, Kepala Kantor BTKLPP Kelas I Batam Slamet Mulsiswanto, dan Wapemred Batam Pos Tunggul Manurung, foto bersama usai acara, Selasa (24/5). Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
Peserta In House Training Jurnalistik bersama (duduk dari depan kiri) Kasubag TU BTKLPP Kelas I Batam, Ismail, Pemimpin Redaksi Batam Pos Muhammad Iqbal, Kepala Kantor BTKLPP Kelas I Batam Slamet Mulsiswanto, dan Wapemred Batam Pos Tunggul Manurung, foto bersama usai acara, Selasa (24/5). Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam menggelar in house training jurnalistik selama tiga hari mulai Selasa (24/5). Tiga puluh karyawan mengikuti kegiatan pelatihan ini.

”Kami ini banyak produk yang bagus cuma kami tidak bisa ’menjual diri’,” kata Kepala BTKLPP Kelas I Batam, Slamet Mulsiswanto, ketika membuka acara di Aula Riau BTKLPP Kelas I Batam, kemarin (24/5).

Produk-produk itu, misalnya, Jamban Pesisir Sederhana dan Pengusir Nyamuk ICASS. Keduanya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Namun, sayang tidak tersampaikan ke publik dengan baik.

BTKLPP, sejatinya, telah memiliki buletin dan laman web khusus. Buletin bernama Sinergis itu terbit tiga bulan sekali. Isinya, laporan kerja BTKLPP selama tiga bulan itu. Laporan tersebut juga diunggah ke laman web.

Hanya saja, bahasa yang digunakan sangat ilmiah. Dengan pelatihan ini, Slamet berharap, gaya penulisan di buletin dan laman web itu dapat berubah sehingga mudah dipahami masyarakat. ”Saya berharap, setelah pelatihan ini, tim dari buletin akan bergerak mencetak tulisan-tulisan yang bagus,” ujar Slamet.

BTKLPP menggandeng Batam Pos sebagai pemateri. Pelatihan ini dibuka dengan materi Siaran Pers. Lalu dilanjutkan dengan materi perwajahan atau tata letak.

Pemimpin Redaksi Batam Pos, Muhammad Iqbal mengatakan, siaran pers sangat penting bagi sebuah instansi pemerintahan. Sebab, ia berhubungan dengan masyarakat luas. Siaran pers berisi informasi-informasi yang sifatnya wajib diketahui masyarakat.

”Siaran pers juga bisa digunakan untuk mengklarifikasi berita atau permasalahan yang terkait dengan instansi pemerintah tersebut,” kata Iqbal.

Siaran pers ini juga dapat langsung diterbitkan di buletin. Asalkan, sudah memenuhi kaidah jurnalistik. Sebab buletin juga akan menyajikan data dan fakta. ”Gunakan bahasa yang ringan. Hindari istilah asing dan teknis,” jelas Iqbal lagi.

Menulis, tambahnya, bukan untuk menunjukkan keahlian menggunakan bahasa asing. Tetapi bagaimana caranya membuat orang mengerti dengan apa yang ditulis. ”Kalau pembaca sekali baca sudah paham itu artinya tulisan kita sudah bagus,” tuturnya.

Para peserta menyambut antusias materi yang disampaikan. Pertanyaan muncul seputar jurnalistik, misailnya, cara menentukan headline ataupun standar-standar penulisan koran, sampai pada materi yang cocok diterbitkan di buletin ataupun koran.

Sambutan yang sama juga muncul ketika materi kedua disampaikan. Penanggungjawab Perwajahan Batam Pos Mahfut Azhari menjelaskan soal perwajahan dengan membedah sampul dan beberapa halaman Buletin Sinergis milik BTKLPP.

”Perwajahan itu seperti make up, membuat wajah lebih cantik. Seperti misalnya, kasih lipstik di bibir, atau kasih anting di telinga,” ujar Mahfut.

Di akhir sesi, Mahfut mempraktekkan cara mengatur tata letak (layout) konten untuk Buletin Sinergis tersebut. Ia menggunakan software adobe indesign. Itulah software yang biasa digunakan Batam Pos untuk mendesain halamannya.

Namun, bukan hanya software yang diperlukan seorang layouter untuk dapat mendesain halaman. Tetapi juga jiwa seni. Sebab, kerja layouter itu membuat sebuah halaman enak dipandang. ”Kalau software ini masih bisa dipelajari. Mempelajari software ini bisa dilakukan selama satu bulan,” katanya. (ceu)

Respon Anda?

komentar