Rudi Minta Investor di Batam Utamakan Pekerja Lokal

650
Pesona Indonesia
Wali Kota Batam, Rudi saat berbincang dengan investor  Cina di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (24/5) siang. Foto: Ist
Wali Kota Batam, Rudi saat berbincang dengan para investor di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (24/5) siang. Foto: Ist

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi berharap agar investor yang berinvestasi di Batam bisa menyerap tenaga kerja lokal. Hal itu dikarenakan, masih banyaknya tenaga kerja lokal yang menganggur.

“Saya meminta para investor agar mengutamakan pekerja lokal di Batam,” ujar Rudi usai kunjungan Asosiasi Pengusaha Tiongkok Kepri Indonesia (APTKI) di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (24/5) siang.

Penyerapan tenaga kerja lokal dapat membantu menjaga stabilitas keamanan di Batam. Banyak kasus yang terjadi di suatu daerah karena tidak memperhatikan hal tersebut. Sehingga berimbas terhadap kesenjangan antar masyarakat.

“Saya ingin investasi berjalan tetapi kondisinya positif sehingga semua nyaman,” sebut Rudi.

Menurut dia, Batam memiliki banyak tenaga kerja yang siap bekerja sesuai dengan keahlian di perusahaan. Disamping itu dengan menyerap tenaga kerja lokal dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Batam.

“Tenaga kerja kita banyak yang sudah siap, jadi tak perlu mencari jauh-jauh lagi,” terang Rudi.

Selain itu, Rudi juga berharap agar seluruh investor baik asing maupun dalam negeri dapat melengkapi dokumen, serta persyaratan perizinan sesuai aturan dan perundangan yang berlaku. Sehingga kedepannya tidak terjadi permasalahan karena ketidaklengkapan dokumen.

“Jika ada permasalahan mari kita dudukkan. Jangan membuat keputusan sendiri yang berujung pada kerugian investor, termasuk pengusaha dari Tiongkok. Jadi komunikasi antar investor harus terus terjalin,’ harap Rudi.

Ditempat yang sama, Ketua APTKI, Li Guangjin menyambut baik harapan Rudi yang menginginkan agar pekerja lokal lebih diutamakan. Apalagi Batam merupakan kota terbaik di Indonesia karena memiliki iklim dan infrastruktur yang memadai sebagai suatu kota industri.

“Status free trade zone (FTZ) Batam memberikan nilai lebih bagi investor. Sama dengan tempat asal saya di Xiamen,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua APTKI, Shen Jiangpin mengaku mulai khawatir terkait kebijakan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Sebab, APTKI belum mendapat kepastian mengenai adanya status KEK tersebut.

“Apalagi status FTZ yang sudah ada sebelumnya,” tanya Shen Jiangpin kepada Rudi.

Menjawab pertanyaan itu, Rudi berharap agar APTKI tidak khawatir. Karena justru KEK akan menguntungkan investor. Dimana daerah yang masuk dalam KEK nanti akan mendapat fasilitas dan kemudahan yang lebih dibanding kawasan FTZ. Sedangkan, status FTZ bagi Batam akan tetap berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Kebijakan ini sudah final. Mengenai investasi tidak ada masalah dan tidak perlu khawatir. Tidak mungkin pemerintah mempersulit investasi”, ujar Rudi yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Kawasan. (she)

Respon Anda?

komentar