Berkas Korupsi Bansos Natuna Sudah di Meja Kejaksaan, Polisi Bidik Tersangka Lain

892
Pesona Indonesia
Anggota Ditkrimsus Polda Kepri menggiring tersangka kasus korupsi dana bansos Kabupaten Natuna, ketua LSM Badan Perjuangan (BP) Migas, M Nazir, Kamis (14/4). F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Anggota Ditkrimsus Polda Kepri menggiring tersangka kasus korupsi dana bansos Kabupaten Natuna, ketua LSM Badan Perjuangan (BP) Migas, M Nazir, Kamis (14/4). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Polda Kepri untuk kali kedua menyerahkan kembali berkas kasus korupsi bansos Pemkab Natuna untuk LSM Badan Perjuangan Migas Kabupaten Natuna ke Kejaksaan pada Jumat (20/5) lalu. Setelah berkas kasus ini selesai, Polda Kepri telah mengarahkan bidikannya ke tersangka lain.

“Sebelumnya P19, dan berkasnya yang diminta sudah kami lengkapi. Dan diserahkan kembali,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP, Arif Budiman, kemarin.

Ia mengatakan saat ini pihaknya, masih menunggu petunjuk dari kejaksaan. Sebab berkas tersebut akan dikaji selama dua minggu. Mengenai apakah dikembalikan lagi atau dinyatakan sudah lengkap. “Belum tahu, tunggu dari kejaksaan,” ujar

Mengenai calon tersangka baru. Arif mengatakan pihaknya sedang melakukan penyusunan berkas dan barang bukti yang telah ada. Bila ditemukan kejanggalan, atau barang bukti baru merujuk ke tersangka baru. Pihaknya akan segera memproses.

“Sabar dululah bro, wait and see lah,” ungkapnya tersenyum.

Kasus bansos Natuna ini merugikan negara sebanyak Rp 3,45 miliar. Uang negara tersebut ditenggarai menggalir ke kantung masing-masing tersangka. Mengenai uang tersebut digunakan oleh Erianto sebagai modal untuk pada Pileg tahun 2014, Arif mengatakan masih mendalami hal tersebut.

“Masih diselidiki,” ucapnya singkat.

Erianto yang saat ini tercatat sebagai anggota DPRD Kepri dari Partai Demokrat merupakan tersangka kedua. Selain dia, Polda Kepri menetapkan M Nasir sebagai tersangka atas dugaan korupsi dana sosial untuk LSM Badan Perjuangan Migas Kabupaten Natuna. (ska/bpos)

Respon Anda?

komentar