BPKP Audit Kantor BP Batam di Luar Negeri

1523
Pesona Indonesia
Gedung BP Batam di Batam Center, Batam.  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Gedung BP Batam di Batam Center, Batam.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tidak hanya mengaudit aset, pegawai, dan lahan BP Batam yang ada di Kepri dan Jakarta, BPK juga mengaudit semua aset BP Batam di luar negeri. Khususnya kantor perwakilan BP Batam di Singapura dan Jepang.

“BP Batam yang ada di Singapura dan Jepang juga diperiksa. BPKP meminta semua data-data kantor itu selama lima tahun terakhir,” kata Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andiantono, Selasa (24/5/2016).

Andi mengatakan audit ini dilakukan untuk mencari tahu semua hal terkait investasi masuk dan kegiatan yang dilakukan pegawai di dua kantor tersebut dalam lima tahun terakhir. Ia berharap hasilnya segera keluar.

“Kita tunggu saja, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah keluar hasil dan rekomendasinya,” katanya.

Dalam melakukan audit ini, petugas BPKP tidak pergi ke Singapura atau Jepang. Tetapi dilakukan di Batam dengan meminta semua data-data dari kantor perwakilan di dua negara tersebut.

“Jadi tidak ke sana mereka. Kantor kita tetap buka di Singapura dan Jepang karena investor yang sudah ada sekarang ini banyak dari sana,” katanya.

Beberapa hari lalu, Kepala BP Batam Hantanto Reksodiputro mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu rekomendasi dari hasil BPKP. Termasuk audit kantor BP Batam di Singapura dan Jepang.

Menunggu hasilnya keluar, perjalanan dinas ke luar negeri dipending. Selain karena dianggap buang-buang anggaran, saat ini belum ada hal yang bisa dibanggakan dari Batam, karena saat ini Batam jauh tertinggal dari daerah-daerag tujuan investasi di Asia.

“Untuk sementara saya bilang dihentikan dulu. Itu buang-buang anggaran saja. Tetapi setelah kita tata dengan baik, ada yang kita tawarkan baru kita promosi,” katanya.

Menurutnya, dengan kondisi Batam yang ada sekarang ini, kalau dipromosikan pun akan tetap kalah bersaing dengan Singapura, Vietnam dan beberapa negara lain.

“Apalagi yang jauh-jauh seperti Jepang, Tiongkok datang ke sini, dan tidak tertarik. Maka mereka tidak akan datang lagi,” katanya. (ian/rpg)

Respon Anda?

komentar