Hutang Menumpuk, Pemkab Lingga Tidak Bisa Memesan Obat untuk RSUD

679
Pesona Indonesia
Wakil Bupati Lingga M Nizar berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo Singkep, Selasa (24/5) pagi. foto:wijaya satria/batampos
Wakil Bupati Lingga M Nizar berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo Singkep, Selasa (24/5) pagi. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Wakil Bupati Lingga M Nizar mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo Singkep, Selasa (24/5) pagi, untuk mencari solusi terkait masih banyaknya kendala baik pada sisi fasilitas, obat dan pelayanan. Dari hasil kunjunga tersebut Nizar merencanakan akan menambah pembangunan ruang-ruang VIP.

“Rencana penambahan ruang VIP sebanyak lima unit,” ujar Nizar setelah melakukan kunjungan ke RSUD.

Selain penambahan fasilitas seperti ruang VIP ini, Pemkab Lingga juga berencana untuk memindahkan gudang obat Dinas Kesehatan yang berada di lingkungan RSUD ke tempat lain sehingga ruang tersebut akan digunakan RSUD untuk penyimpanan obat mereka.

Setelah melakukan kunjungan ke RSUD Nizar langsung menuju Dinas Kesehatan untuk membicarakan pemindahan gudang obat tersebut. Hal ini dianggap penting untuk kelancaran pengoperasian RSUD yang akan segera meningkat berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Namun ketika ditanya terkait kepastian peningkatan status RSUD, Nizar menjawab masih menunggu perda yang mengatur terkait hal itu.”Ya tunggu perda lah, perdanya belum siap,” kata Niza sembari masuk kedalam mobil berplat merah yang dikendarainya.

Sedangkan terkait ketersedian obat yang ada saat ini, Nizar mengaku jika Pemkab Lingga mengalami kekurangan ketersediaan obat. Seperti diketahui, Pemkab Lingga masih terhutang pembayaran pengadaan obat sebesar Rp 2,1 miliar kepada lima perusahaan pemenang lelang.

Akibat hutang menumpuk tersebut, Pemkab Lingga tidak dapat memesan obat sebelum hutang tersebut dilunasi. Terkait hal ini, Nizar mengatakan akan segera mengambil solusi untuk membayar hutang obat tersebut secepat mungkin agar krisis obat dapat diatasi.

“Solusinya kami akan melakukan pembayaran obat secepat mungkin,” ujar Nizar.

Langkah pelunasan hutang obat ini, Pemkab Lingga berencana untuk mencari jalan keluar mendapatkan dananya. Salah satu langkah yang akan ditempuh, Nizar akan segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi agar dapat mengucurkan dana program yang belum cair hingga saat ini.

Dalam Waktu dekat, aku Nizar, mereka akan melakukan hearing dengan DPRD Provinsi, Gubernur atau Sekda Provinsi yang akan juga diikuti oleh DPRD Kabupaten Lingga, perwakilan desa dan tim yang telah dibentuk untuk mendapatkan dana dari provinsi yang belum cair. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar