Mau Masuk SMP Wajib Kantongi Sertifikat Munaqasah

576
Pesona Indonesia
Santri Taman Pengajian Al-Quran (TPQ) Kecamatan Toapaya mengikuti wisuda kelulusan Munaqasah. foto:harry/batampos
Santri Taman Pengajian Al-Quran (TPQ) Kecamatan Toapaya mengikuti wisuda kelulusan Munaqasah. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Taman Pengajian Al-Quran (TPQ) Kecamatan Toapaya mewisudakan 171 santriwan dan santriwati di Gedung Olahraga (GOR) Kecamatan Toapaya, Selasa (24/5). Santri ini merupakan siswa yang duduk dibangku kelas enam Sekolah Dasar (SD) yang dinyatakan lulus mengikuti ujian Munaqasah dan berhak untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kegiatan ini dihadiri, Anggota DPRD Bintan Siti Maryani, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bintan, Makhfur Zurachman, Camat Toapaya Fachrimsyah, perwakilan Kementrian Agama (Kemenag) Bintan, lurah serta para kades, tokoh masyarakat, tokoh agama serta para orang tua santri dan ratusan santri yang diwisuda.

“Bagi siswa kelas 6 SD yang sudah mengantongi sertifikat Munaqasah akan diwisuda. Sertifikat ini menjadi syarat mutlak bagi siswa SD yang ingin masuk SMP di Bintan,” ujar Ketua Badan Koordinasi (Badko) Guru TPQ se Kecamatan Toapaya, Ashar saat menyampaikan laporan dalam acara wisuda santri TPQ se Kecamatan Toapaya itu.

Dijelaskannya, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 tahun 2010 tentang kewajiban bagi anak-anak Bintan yang ingin melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi diwajibkan bisa membaca dan menulis ayat-ayat suci Alquran serta dapat mendirikan salat. Untuk itu anak-anak harus mengikuti tahapan ujian Munaqasah yang akan dilaksanakan oleh setiap TPQ di kecamatan masing-masing. Dalam Munaqasah ini anak-anak akan diuji kemapuannya dalam penulisan huruf-huruf arab, membaca Alquran serta bacaan dan tata cara mendirikan salat yang baik dan benar. Bagi siswa SD yang lulus dari ujian Munaqasah ini akan diwisuda serta diberikan sertifikat yang diterbitkan dari Kantor Kemenag Bintan. Dengan mengantongi sertifikat inilah siswa SD bisa melanjutkan pendidikan di jenjang SMP.

Namun selama wisuda yang diikuti siswa SD ini digelar banyak membebani para orangtua. Karena mereka harus membayar biaya penyewaan baju dan toga wisuda sebesar Rp 120 ribu perhari. Bahkan orangtua siswa harus menunggu giliran dari siswa kecamatan lainnya lantaran banyaknya pesanan dari satu-satunya tempat penyewaan baju di Kabupaten Bintan tersebut. Jadi diharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan kedepannya bisa memberikan solusi untuk menyiasati keluhan ini. Dengan begitu para santri yang hendak diwisuda tidak lagi dibebankan dengan biaya penyewaan baju serta toga untuk wisuda.

“Ini sudah tahun ke-9 kita mewisudakan santri. Namun soal biaya penyewaan baju serta toga untuk dikenakan para santri hingga kini belum ada solusi dari Pemerintah Daerah (Pemda) Bintan. Sehingga orang tua santri harus merogoh kocek Rp120 ribu untuk kebutuhan anaknya mengikuti rangkaian wisuda tersebut,” kata Ashar.

Kepala Diadikpora Bintan, Makhfur Zurachma mengaku akan menyampaikan keluhan yang dialami masyarakat soal penyewaan baju wisuda.

“Untuk kendala penyewaan baju ini, akan kami sampaikan kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Bintan,” akunya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar