Perilaku Demokrasi Masyarakat Kepri Belum Matang

470
Pesona Indonesia
Kepala BPS Provinsi Kepri, Dumangar Hutahuruk. foto:yusnadi/batampos
Kepala BPS Provinsi Kepri, Dumangar Hutahuruk. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Dua tahun terakhir, 2012-2014, pertumbuhan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Provinsi Kepulau Riau mengalami kenaikan yang tak signifikan. Bahkan cenderung merosot bila dibandingkan IDI Provinsi Kepri di tahun 2009.

Pada tahun 2012 IDI Provinsi Kepri berada di angka 65,61 atau turun lima poin dari 70,78 pada 2011. Sejak turun itu, IDI Provinsi Kepri tidak mengalami pertumbuhan signifikan setelah mencatat 66,50 pada 2013 dan 68,39 pada 2014.

Saat ini Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri bersama Bappenas, Menkumham dan berbagai perwakilan unsur masyarakat sipil, TNI dan Polri sedang melakukan Focus Group Discussion (FGD). Selama dua hari sejak Selasa (24/5). Dari kegiatan FGD tahunan ini akan menentukan IDI Kepri di tahun 2015. FGD membahas berbagai peristiwa hukum, sosial dan politik di Riau yang dikumpulkan oleh BPS lewat dokumen dan publikasi terbitan harian Batam Pos.

Kepala BPS Provinsi Kepri, Dumangar Hutahuruk mengatakan, IDI ini merupakan gambaran seberapa matang demokrasi di sebuah daerah. Ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya, terutama pemerintah daerah sebagai salah satu aktornya.

“Penurunan IDI di Provinsi Kepri dari 73,61 ke 68,39 menunjukkan perilaku demokrasi masyarakat Kepri yang belum begitu matang,” ungkap Dumangar. Karena itu, sambungnya, hal ini perlu sama-sama diperhatikan, karena IDI tidak hanya domain pemerintah tapi masyarakat juga diminta berpartisipasi. IDI dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Nasional dan tahun ini diharuskan mencapai angka 75,00.

Dumangar menjelaskan, ada 28 indikator yang menjadi pengukur IDI di suatu daerah. Indikator-indikator ini didapar dari pengumpulan data-data peristiwa dalam dinamika berdemokrasi sepanjang tahun. Sumber data utama IDI adalah tinjauan surat kabar dan dokumen yang akan menjadi rujukan awal berupa data kuantitatif. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar