Anggaran Defisit Lagi, Paket Proyek di Anambas Menurun

637
Pesona Indonesia
Akses jalan menuju Pasir Merah, Anambas membutuhkan penerangan jalan. Dari ratusan proyek pemerintah yang akan dilelang, warga Pasir Merah berharap ada pembangunan di daerahnya. foto:syahid/batampos
Akses jalan menuju Pasir Merah, Anambas membutuhkan penerangan jalan. Dari ratusan proyek pemerintah yang akan dilelang, warga Pasir Merah berharap ada pembangunan di daerahnya. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Jumlah paket proyek besar yang ada di Kabupaten kepulauan Anambas diperkirakan akan terus berkurang. Pada awalnya jumlah paket proyek yang akan dibangun pada tahun 2016 ini adalah sebanyak 139 paket. Namun karena diperkirakan akan terjadi defisit anggaran secara besar-besaran, maka jumlah paket pekerjaan terus dikurangi.

“Tahun ini bakalan banyak proyek yang tidak dilaksanakan karena diprediksi akan terjadi defisit anggaran, paling banyak proyek yang dilelang sekitar 70 lebih proyek saja,” ungkap Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Azwandi, kepada wartawan Rabu (25/5) siang.

Dia mengatakan beberapa proyek yang bakalan tidak dilaksanakan yakni proyek Pengentasan Kemiskinan (Taskin) yang dananya dari pemerintah Provinsi, proyek yang sumberdananya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan proyek pengadaan yang menggunakan e-catalog.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk proyek dari dana Taskin kurang lebih ada 24 paket yang tidak dilaksanakan, dari DAK ada sekita 13 paket lantaran besaran DAK dipotong 10 persen dan 14 paket pengadaan yang diharuskan menggunakan e-catalog. Sehingga pengadaan tersebut dilaksanakan oleh dinas terkait.

“Dana DAK dipotong 10 persen, jadi paket proyek dari DAK itu terpotong 13 paket. Sementara itu 14 paket dilaksanakan oleh SKPD terkait,” ungkapnya lagi.

Diakuinya dengan penurunan jumlah paket pekerjaan ini maka mengurangi tingkat pembangunan di Kabupaten Kepulauan Anambas karena tidak banyak pekerjaan yang dilaksanakan tahun ini. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya maka jumlahnya sangat jauh karena tahun-tahun sebelumnya mencapai ratusan paket proyek.

Azwandi menambahkan, saat ini sudah ada 40 paket yang sudah dilelang. Sebanyak 23 paket diantaranya sudah melakukan penandatanganan kontrak, sementara itu sisanya masih dalam proses lelang. “Paket itu diluar pakat pekerjaan yang menggunakan sisten Penunjukan Langsung (PL) atau paket kecil yang nilainya kecil dibawah 200,” ungkapnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar