Awe Ingin Kembalikan Status Pelabuhan Penuba sebagai Pintu Ekspor

1108
Pesona Indonesia
Pelabuhan Penuba yang dulunya melayani perdagangan international. foto:net
Pelabuhan Penuba yang dulunya melayani perdagangan international. foto:net

batampos.co.id – Sebagai salah satu wilayah penghasil perikanan yang patut diperhitungkan, sudah sepantasnya Kabupaten Lingga memiliki pelabuhan ekspor sendiri. Untuk itu, Bupati Lingga, Alias Wello berupaya mengembalikan lagi status Pelabuhan Penuba, Kecamatan Selayar, sebagai pelabuhan ekspor, pintu keluar barang dan ikan yang terdata resmi sehingga menjadi pundi-pundi pendapatan asli daerah (PAD).

Pasalnya selama ini, menurut hemat Awe yang mengusung visi menjadikan Lingga sebagai wilayah perikanan dan kelautan, hasil laut Lingga tidak pernah dapat dinikmati daerah. Namun, malah di nikmati Batam, sebagai pintu keluar hasil laut Lingga.

“Kita akan mengembalikan status Pelabuhan Penuba sebagai pelabuhan ekspor, segala biaya yang keluar selama ini menggunakan pintu dari Batam. Kita tidak dapat apa-apa dari hasil laut dan perikanan,” ungkap Awe, di Gedung Daerah beberapa waktu lalu.

Sebelum menjadi kabupaten, kata Awe, Penuba, Kecamatan Selayar adalah pintu utama Lingga yang mengakomodir hasil laut nelayan untuk diekspor. Hasil laut Lingga, dengan penghasilan ikan segar dari 90 persen warga kecamatan yang notabene adalah nelayan akan sangat memungkinkan menjaga stabilitas harga pasaran ikan untuk di ekspor ke Singapura maupun China. Begitu juga membangun ekonomi dan kesejahteraan yang lebih baik bagi warga Kabupaten Lingga.

“Kemarin sudah ada koordinasi dengan Bea Cukai dan dinas terkait melakukan persiapan perkantoran dan pelabuhan. Lokasinya nanti kita cari yang pas, apa di Penuba Selayar atau Selat Pulau Lima ataupun di Sebayur, Singkep Selatan,” ungkap Awe.

Fungsi pelabuhan ekspor kata mantan ketua DPRD ini nanti tidak hanya mengandalkan hasil laut perikanan saja. Namun akan disejalankan dengan program pemerintah yang gencar membuka investasi ketahanan pangan seperti pertanian dan perkebunan di Lingga.

“Kedepan, tidak hanya mengandalkan ekspor perikanan saja. Hasil perkebunan, pertanian, mengembangkan prodak olahan sagu yang berorientasi ekspor termasuk tapioka dan juga gaplek ke China. Termasuk nanti jika smelter jadi di bangun, prodak alumina akan kita ekspor juga,” tutup Awe. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar