Harga Melonjak, Warga Berharap Impor Gula Dibuka

871
Pesona Indonesia
ilustrasi.
ilustrasi.

batampos.co.id – Sejumlah masyarakat Kecamatan Moro, sangat mengeluhkan kelangkaan beras dan gula saat ini. Oleh karenanya, warga sangat mengharapkan perhatian pemerintah pusat untuk membuka kembali kran impor gula dan beras menjelang masuknya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Diyakini, dengan dibukanya kran impor gula dan beras dapat menekan harga yang saat ini melambung dieceran hingga mencapai Rp16 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram. Sebelumnya gula impor hanya seharga Rp12 ribu per kilogramnya. Sementara stok gula mulai menipis di Pasar Moro.

“Memang kebijaksanaan pemerintah pusat dalam hal buka kran barang impor sangat diharapkan menjelang puasa dan lebaran. Soalnya, stok barang sembako kebutuhan lebaran mulai menipis di pasar,” kata mantan Kepala Perikanan Moro, H.Rivai, Rabu (25/5) kemarin.

Sejak kran impor barang sembako tutup, boleh dikatakan kapal pengangkut ikan dari Moro ke Singapura kembalinya kosong. Sebab tidak dibenarkan membawa barang sembako seperti gula dan beras. Makanya, masyarakat sangat merasakan tingginya harga gula dan beras lokal yang dijual di pasar Moro.

“Untuk itulah, diharapkan kapal pengangkut ikan dari Moro ke Singapura dapat diizinkan bawa gula dan beras dalam menjelang puasa dan lebaran untuk meringankan beban biaya hidup masyarakat hinterland tersebut,” kata tokoh masyarakat Moro ini. (pst/bpos)

Respon Anda?

komentar