Kapal Jaring Sotong Nyaris Dibakar Nelayan

800
Pesona Indonesia
ilustrasi kapal nelayan
ilustrasi kapal nelayan

batampos.co.id – Nelayan Desa Penaah, Kecamata Senayang, menyandera kapal jaring sotong yang beroperasi di perairan tempat mereka sehari-hari menangkap ikan. Warga yang marah nyaris membakar kapal tersebut setelah meletakkan kayu bakar di atas kapal yang disandera.

”Untung aparat yang datang segera meredakan kemarahan masyarakat,” ujar salah satu nelayan di Penaah, ketika dimintai keterangan, Rabu (25/5) pagi.

Masyarakat merasa sangat dirugikan dengan beroperasinya kapal berukuran lebih kurang 30 GT yang berasal dari luar Lingga itu. Mereka mengaku bulan ini, masuk musim sotong. Biasanya nelayan di Penaah dapat memanen sotong dari perairan tersebut.
Namun setelah masuknya kapal yang menurut warga berasal dari Tanjungbalai Asahan itu beroperasi di perairan mereka, bahkan sejumlah nelayan mengaku kembali dengan tangan hampa setelah melaut. Kapal jaring sotong itu tidak hanya menangkap sotong, mereka juga menangkap ikan.

”Bagaimana tidak marah, kapal itu sekali angkut puluhan ton baik sotong maupun ikan,” kata warga lainnya.

Kapal tersebut juga telah ditahan warga sejak dua hari lalu. Mereka mengancam akan membakar kapal jika kapal tersebut tidak keluar dari perairan tempat nelayan sekitar mencari ikan dan hasil laut lainnya. Terlebih warga mengatakan izin yang mereka kantongi untuk beroperasi di Laut Natuna.

Ketika di konfirmasi di tempat berbeda, Kapolres Lingga AKBP Muji Supriyadi mengatakan, kejadian tersebut telah diatasi dengan melakukan jumpa bersama yang dipmpin Camat Senayang. Menurut Muji kondisi itu terjadi karena kesalah pahaman antara kru kapal dan masyarakat setempat.

”Saya mendapat laporan dari anggota dan telah dapat diatasi,” ujar Muji.

Muji menjelaskan, laporan yang diterimanya, kapal tersebut mengantongi izin untuk beroperasi mencari ikan. Kapal itu menggunakan jaring sotong dan berasal dari Tanjungbalai Karimun. Alat tangkap mereka dan izin yang mereka kantongi tidak menjadi masalah.

Namun kasus ini, kata Muji, telah diredam sehingga tidak terjadi aksi anarkis yang menyebabkan kerugian dari kedua belah pihak. Muji juga menyarankan agar tidak melakukan tindakan yang merugikan apalagi melawan hukum. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar