Kategori Penjahat Kelamin yang Bisa Dikebiri

908
Pesona Indonesia
Ilustrasi bahan kimia yang bisa dipakai untuk hukuman kebiri secara kimia pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Foto: istimewa
Ilustrasi bahan kimia yang bisa dipakai untuk hukuman kebiri secara kimia pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Foto: istimewa

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo sudah menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga: Presiden Jokowi Teken Perppu Kebiri dan Hukuman Mati Pelaku Kejahatan Seksual terhadap Anak

Poin pentingnya, adanya pasal yang membolehkan hakim menjatuhkan hukuman kebiri, bahkan hukuman mati terhadap pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Laoly mengatakan, Perppu tersebut mulai berlaku sejak Perppu tersebut diteken Presiden Jokowi.

“tidak berlaku surut. Sejak ini akan berlaku. Tapi nanti kita akan bahas di DPR. Presiden akan segera mengirim kami ke DPR,” ujar Yasonna, Rabu (25/5/2016).

Baca Juga: Begini Teknis Hukuman Kebiri Kimia Bagi Penjahat Kelamin

Lalu siapa saja pelaku yang bisa mendapatkan hukuman kebiri? Yasonna menjelaskan, salah satunya guru yang merudapaksa (memperkosa) siswinya. Ketentuan itu diatur pada pasal 81.

Tak hanya guru, tapi orang yang berada di ring satu atau orang terdekat korban yang menjadi pelaku juga masuk kategori yang bisa dikebiri.

Secara rinci, yang bisa dikebiri dalam pasal 81 yakni:

  1. Guru/tenaga pendidik yang merudapaksa siswinya
  2. Orantua yang merudapaksa anaknya
  3. Wali yang merudapaksa anak yang ia walikan
  4. Kerabat yang merudapaksa kerabatnya
  5. Pengasuh yang merudapaksa anak asuhnya
  6. Aparat yang menangani perlindungan anak
  7. Pelaku yang lebih dari satu orang
  8. Pelaku residivis kasus pemerkosaan anak

“Iya, pasal 81 itu menyebutkan, pemberatan dan penambahan hukuman berupa kebiri berlaku bagi orang tua, wali, kerabat, pengasuh, pendidik, tenaga kependidikan, aparat yang menangani perlindungan anak, pelaku yang lebih dari satu dan pelaku yang merupakan residivis kasus pemerkosaan anak-anak,” ujar Yasonna.

Baca Juga: Berlaku Mulai 25 Mei 2016, Perppu Kebiri dan Hukuman Mati hanya untuk Pelaku Dewasa

Deputi 6 Kesra Kemenko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Sujatmiko, menambahkan, hukuman tambahan berupa kebiri kimia dan alat pendeteksi elektronik diberikan dalam waktu yang terbatas, yakni dua tahun. Selain itu, hukuman tersebut baru diberikan setelah pelaku menjalani hukuman pokok.

“Jadi, setelah pelaku bebas, baru dikasih tambahan. Masih ada waktu panjang untuk menyiapkan itu,” ujarnya.(one/pojoksatu/nur)

Respon Anda?

komentar