Pelajar Terjaring Razia, Langsung Bayar Denda Tilang Ditempat

752
Pesona Indonesia
Seorang pelajar disidang ditempat setelah terjaring razia dan ditilang polisi, Rabu (24/5). foto:sandi
Seorang pelajar disidang ditempat setelah terjaring razia dan ditilang polisi, Rabu (24/5). foto:sandi

batampos.co.id – Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Karimun, kembali menggelar Operasi Patuh Seligi 2016 di depan Mapolres Karimun, Rabu (25/5). Dalam operasi ini sedikit berbeda dari operasi yang dilaksanakan sebelumnya. Para pelanggar lalu lintas yang mendapatkan surat tilang langsung disidangkan di tempat.

”Kita telah menyiapkan perangkat penegak hukum pada operasi kali ini. Seperti hakim tunggal dan panitera dari PN Tanjungbalai Karimun serta satu orang jaksa penuntut umum (JPU). Apa yang kita lakukan ini tidak lain untuk meningkatkan budaya tertib kepada masyarakat dalam berlalu-lintas di jalan raya,” ujar Kasat Lantas Polres Karimun, AKP Syamsurizal.

Selain itu, katanya, sebelum pelaksanaan sidang ditempat terhadap para pelanggar lali lintas, terlebih dulu pihaknya memberikan pemahaman. Intinya, agar para pengemudi kendaraan bermotor, baik itu yang menggunakan roda dua atau roda empat agar selalu melengkapi diri dengan surat kendaraan bermotor dan SIM ketika mengemudikan. Sehingga, lebih aman dan nyaman ketika berlalu lintas.

Pantauan Batam Pos (group batampos.co.id), terdapat puluhan sepeda motor dan kendaraan roda empat yang terjaring Operasi Patuh Seligi 2016. Bahkan, beberapa anak sekolah yang terjaring razia karena belum cukup umur untuk mengemudikan sepeda motor, sehingga tidak memiliki SIM. Kemudian, ada juga yang ditilang oleh polisi karena pajak kendaraan bermotor sudah mati lebih dari tuga tahun, namun tetap dibawa ke jalan raya.

Denda yang diputuskan oleh majelis hakkim tunggal PN Tanjungbalai Karimun yang dipimpin oleh Agus yang didampingi panitera pengganti Almasih menerapkan pembayaran denda yang bervariasi. Minimal pembayaran denda yang dikenakan Rp 80 ribu atas satu pelanggaran lalu lintas, misalnya tidak memiliki SIM atau tidak membawa STNK. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar